Peluang Emas Donnarumma ke Olimpiade 2028: Sinyal Regenerasi Timnas Italia?
Baca dalam 60 detik
- Pelatih interim Italia, Silvio Baldini, mengisyaratkan Gianluigi Donnarumma dan Francesco Pio Esposito bisa masuk skuad Olimpiade 2028 jika Italia lolos kualifikasi.
- Donnarumma menjadi satu-satunya pemain senior yang secara sukarela bergabung dalam laga uji coba Juni, menandakan komitmennya terhadap regenerasi tim.
- Keputusan Baldini memanggil pemain muda dan dua bintang senior membuka peluang bagi Italia untuk membangun fondasi tim Olimpiade lebih awal.

Pelatih interim Timnas Italia, Silvio Baldini, memberikan sinyal bahwa kiper utama Gianluigi Donnarumma dan striker muda Inter Milan, Francesco Pio Esposito, berpotensi menjadi bagian dari skuad Olimpiade 2028 di Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul saat Baldini mengumumkan skuad yang didominasi pemain muda untuk dua laga uji coba melawan Luksemburg dan Yunani pada awal Juni.
Baldini ditunjuk sebagai pelatih sementara setelah Gennaro Gattuso mengundurkan diri usai kekalahan Italia dari Bosnia dan Herzegovina di final play-off Piala Dunia Maret lalu. Dengan tugas memimpin tim di laga yang tidak terlalu krusial, Baldini memilih memanggil 24 pemain yang sebagian besar berasal dari kelompok usia U-21 yang ia tangani sehari-hari. Hanya empat pemain di antaranya yang pernah merasakan caps senior: Donnarumma, Marco Palestra, Niccolo Pisilli, dan Esposito.
Yang menarik perhatian adalah kehadiran Donnarumma dan Esposito. Donnarumma dikabarkan secara sukarela menyatakan diri siap bermain, meski Italia gagal lolos ke Piala Dunia. Sementara Esposito, yang musim ini tampil gemilang bersama Inter dan timnas senior, dianggap sebagai kejutan karena ia sudah menjadi langganan tim utama. Baldini menjelaskan bahwa pemanggilan keduanya bukan sekadar untuk laga uji coba, melainkan juga sebagai investasi jangka panjang menuju Olimpiade 2028.
โSaya memanggil dua pemain level senior seperti Donnarumma dan Pio Esposito karena saya melihat kemungkinan memiliki mereka, juga untuk persiapan Olimpiade. Keduanya masuk dalam skema ini,โ ujar Baldini dalam konferensi pers, Jumat (via TMW). Aturan Olimpiade sejak 1996 mengizinkan tim membawa tiga pemain di atas usia 23 tahun, sehingga Donnarumma (26 tahun) bisa menjadi salah satu dari tiga pemain senior tersebut, sementara Esposito (20 tahun) masih memenuhi kuota U-23.
Baldini juga mengonfirmasi bahwa Donnarumma adalah satu-satunya pemain reguler timnas senior yang menghubunginya untuk menyatakan kesediaan tampil. โHanya Donnarumma yang menghubungi saya dan memberikan ketersediaannya. Pesannya jelas: sepak bola Italia ingin melihat perubahan. Saya yakin anak-anak akan tampil baik,โ kata Baldini. Ia menambahkan bahwa ia tidak kecewa dengan minimnya respons dari pemain lain, karena luka kekalahan dari Bosnia masih terasa. โBahkan jika mereka menghubungi saya, saya akan membatasi pemanggilan hanya pada dua pemain itu (Donnarumma dan Esposito), demi pekerjaan saya ke depan. Terkadang lebih baik mundur dan tidak berpartisipasi,โ ujarnya.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana negara sepak bola besar seperti Italia mulai mempersiapkan regenerasi lebih awal untuk Olimpiade. Dengan sistem kuota pemain senior, Italia bisa memanfaatkan pengalaman Donnarumma untuk membimbing talenta muda. Jika Italia lolos kualifikasi melalui Piala Eropa U-21 2027, maka skuad Olimpiade 2028 bisa menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru. Pertanyaannya, akankah langkah Baldini ini menjadi blueprint bagi tim-tim lain, termasuk Indonesia, dalam membangun tim Olimpiade yang kompetitif?



