Mourinho Kembali ke Real Madrid: Kontrak Tiga Tahun Tergantung Pemilihan Presiden
Baca dalam 60 detik
- Jose Mourinho telah menandatangani kontrak tiga tahun untuk kembali menjadi pelatih Real Madrid, namun pengumuman resmi baru akan dilakukan setelah pemilihan presiden klub pada 7 Juni.
- Kontrak Mourinho hanya berlaku jika Florentino Perez tetap menjabat sebagai presiden, yang menghadapi tantangan dari pengusaha energi Enrique Riquelme dalam pemilihan pertama dengan lawan dalam 20 tahun.
- Real Madrid mengalami dua musim tanpa trofi, termasuk kekalahan dari Barcelona di La Liga dan Bayern Munich di Liga Champions, mendorong perubahan pelatih.

Jose Mourinho resmi menandatangani kontrak tiga tahun untuk kembali menukangi Real Madrid, namun pengumuman kepelatihannya masih bergantung pada hasil pemilihan presiden klub yang dijadwalkan pada 7 Juni. Pelatih asal Portugal berusia 63 tahun itu akan menggantikan Alvaro Arbeloa yang hanya bertahan sejak Januari lalu.
Kontrak Mourinho baru akan berlaku jika Florentino Perez, presiden klub sejak 2009, memenangkan pemilihan. Perez mengumumkan pemilihan tersebut dalam konferensi pers luar biasa bulan ini, di mana ia mengkritik jurnalis dan La Liga, serta menyebut adanya "kampanye terorganisir" melawan dirinya. Ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun pemilihan presiden Real Madrid memiliki penantang, yaitu pengusaha energi Enrique Riquelme, meskipun Perez diperkirakan tetap unggul.
Real Madrid baru saja melewati musim 2025-26 tanpa trofi, dengan rival abadi Barcelona merebut gelar La Liga setelah kemenangan 2-0 di El Clasico. Di Liga Champions, Los Blancos tersingkir di perempat final setelah kalah agregat 6-4 dari juara Jerman Bayern Munich. Dua musim tanpa gelar menjadi tekanan besar bagi klub yang terbiasa meraih prestasi tertinggi.
Mourinho sebelumnya menangani Benfica sejak September lalu dan membawa klub Portugal itu finis di posisi ketiga Primeira Liga musim ini. Ia akan meninggalkan Benfica untuk kembali ke Madrid, di mana ia pernah meraih sukses dengan memenangkan La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol pada periode 2010-2013. Kembalinya Mourinho disambut antusias oleh sebagian fans yang merindukan gaya kepelatihannya yang karismatik dan penuh taktik.
Dalam kariernya setelah meninggalkan Real Madrid pada 2013, Mourinho sempat menangani Chelsea (2013-2015) dan memenangkan Premier League serta EFL Cup. Kemudian ia melatih Manchester United (2016-2018) dengan raihan Europa League, EFL Cup, dan Community Shield. Ia juga pernah menangani Tottenham, Roma (juara Europa Conference League 2022), Fenerbahce, dan terakhir Benfica. Pengalaman luas ini diharapkan dapat membawa stabilitas dan mental juara ke ruang ganti Real Madrid.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kembalinya Mourinho ke Real Madrid menambah daya tarik La Liga yang sudah populer. Dengan gaya permainan yang kerap kontroversial namun efektif, Mourinho diyakini akan menghadirkan persaingan sengit melawan Barcelona dan Atletico Madrid. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengembalikan kejayaan Real Madrid di tengah dominasi Barcelona dan Bayern Munich? Atau justru pemilihan presiden akan mengubah peta kekuatan klub?



