RB Leipzig Gelar Tur Pascamusim ke Afrika Selatan, Hadapi Juara CAF Champions League
Baca dalam 60 detik
- Klub Bundesliga RB Leipzig menggelar tur pascamusim di Afrika Selatan dengan agenda latihan di Johannesburg dan laga uji coba kontra Mamelodi Sundowns.
- Pertandingan persahabatan melawan tim juara CAF Champions League itu dijadwalkan berlangsung di Stadion Lucas Moripe, Pretoria, pada Jumat malam waktu setempat.
- Pelatih Ole Werner membawa 16 pemain tim utama dan 10 pemain akademi, meski sejumlah bintang absen karena bersiap untuk Piala Dunia.

RB Leipzig memulai tur pascamusim ke Afrika Selatan setelah finis di posisi ketiga Bundesliga 2025/26. Rombongan tiba di Johannesburg pada Selasa pagi (26/5) dan akan bermarkas di Wits Academy selama sebagian besar kunjungan. Agenda utama adalah sesi latihan terbuka di stadion rugby universitas setempat pada Kamis, dan laga persahabatan bergengsi melawan Mamelodi Sundowns di Stadion Lucas Moripe, Pretoria, Jumat (29/5) pukul 20.00 waktu setempat.
Tur ini menjadi ajang promosi klub sekaligus persiapan menghadapi musim depan. Meski beberapa pemain inti tidak bisa ikut karena menjalani persiapan Piala Dunia, pelatih Ole Werner tetap membawa skuad bertabur bintang yang terdiri dari 16 pemain tim utama dan 10 pemain akademi. Kehadiran pemain muda seperti Assan Ouédraogo dan Brajan Gruda menjadi sorotan, menunjukkan komitmen Leipzig dalam mengembangkan talenta muda.
Daftar pemain yang dibawa meliputi penjaga gawang: Péter Gulácsi, Leopold Zingerle, Franz Hantschmann, János Kányai. Lini belakang: Willi Orbán, El Chadaille Bitshiabu, Lukas Klostermann, Castello Lukeba, Max Finkgräfe, Benjamin Henrichs, Lionel Voufack, Warren Ngana. Gelandang: Ezechiel Banzuzi, Brajan Gruda, Assan Ouédraogo, Yohan Ngatcheu, Benno Kaltefleiter, Toni Langsteiner, Manuel Abbey. Penyerang: Johan Bakayoko, Conrad Harder, Suleman Sani, Tidiam Gomis, Rômulo, Samba Konaté, Abdul Al-Khalaf.
Laga melawan Sundowns diprediksi berlangsung ketat mengingat kualitas lawan yang baru saja berjaya di level Afrika. Bagi Leipzig, ini adalah kesempatan untuk menjaga ritme pertandingan dan memberikan menit bermain bagi pemain yang jarang tampil. Tur ini juga menjadi bagian dari strategi ekspansi merek klub di benua Afrika.
Ke depan, hasil tur ini bisa menjadi indikator kesiapan Leipzig menghadapi kompetisi musim depan, terutama jika mereka ingin bersaing di papan atas Bundesliga dan tampil di Eropa. Pengalaman melawan tim dengan gaya bermain berbeda akan memperkaya adaptasi taktik para pemain.