Bencana hidrometeorologi kembali menghantam wilayah Jawa Barat pada Kamis, 12 Februari 2026. Hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur sejak Rabu sore memicu luapan Sungai Cilutung yang tak terbendung, merendam tiga desa di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang. Laporan terkini dari BPBD Sumedang mengonfirmasi bahwa ratusan rumah warga kini terendam air dengan ketinggian bervariasi, memaksa evakuasi darurat di tengah cuaca yang masih belum bersahabat. Kejadian ini menambah daftar panjang wilayah yang terdampak anomali cuaca awal tahun 2026.
Dampak Infrastruktur dan Sosial
Banjir kali ini bukan sekadar genangan air lewat. Arus deras dilaporkan sempat memutus akses jalan provinsi penghubung Tolengas-Jatigede, melumpuhkan mobilitas ekonomi dan distribusi logistik antar-kecamatan. Desa Darmawangi menjadi titik terparah dengan 147 rumah terendam, diikuti oleh Desa Marongge dan Tolengas. Kerusakan tidak hanya menimpa hunian pribadi; fasilitas umum seperti masjid, posyandu, dan sekolah juga tak luput dari terjangan lumpur, mengancam aktivitas warga untuk beberapa pekan ke depan.
Analisis lingkungan menunjukkan bahwa pendangkalan sungai dan alih fungsi lahan di hulu Sungai Cilutung memperparah dampak curah hujan tinggi ini. BPBD dan tim SAR gabungan saat ini berpacu dengan waktu untuk mendirikan posko pengungsian dan dapur umum, mengingat BMKG memprediksi hujan lebat masih akan berpotensi turun hingga akhir pekan. Situasi ini menjadi ujian berat bagi ketahanan infrastruktur pengendali banjir daerah yang tampaknya kewalahan menghadapi debit air ekstrem tahunan.
Peringatan Dini untuk Wilayah Hilir
Meluapnya Sungai Cilutung di Sumedang menjadi sinyal bahaya bagi wilayah di hilir sungai, termasuk sebagian wilayah Majalengka. Pemerintah daerah tetangga diimbau untuk meningkatkan status siaga. Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk segera mengamankan dokumen penting dan bersiap evakuasi mandiri jika sirine peringatan dini berbunyi. Kejadian hari ini menegaskan bahwa mitigasi bencana struktural di Jawa Barat masih memerlukan evaluasi menyeluruh.




