Zheng Qinwen Kembali Bangkit dari Ketertinggalan 0-5, Singkirkan Swiatek di US Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis China, Zheng Qinwen, untuk kedua kalinya beruntun memenangi set setelah tertinggal 0-5, kini mengalahkan Iga Swiatek di babak keempat US Open.
- Kemenangan ini membawanya ke perempat final, menyamai pencapaian terbaiknya di turnamen tersebut, sekaligus menandai kebangkitannya setelah cedera siku.
- Zheng akan menghadapi pemenang antara Naomi Osaka dan Elena Rybakina, dengan peluang besar untuk menembus jajaran 50 besar dunia.

Zheng Qinwen kembali menunjukkan mental juaranya di US Open. Untuk kedua kalinya secara beruntun, ia memenangi set setelah tertinggal 0-5, kali ini menaklukkan mantan juara Iga Swiatek dan memastikan tempat di perempat final turnamen Grand Slam Amerika tersebut.
Kemenangan ini menjadi penegasan kebangkitan Zheng, yang sempat terlempar dari 100 besar dunia setelah menjalani operasi siku pada Juli 2025. Kini, petenis berusia 23 tahun itu hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk menyamai pencapaian terbaiknya di Flushing Meadows, yakni semifinal pada edisi 2024.
Di babak ketiga, Zheng sempat tertinggal 0-5 dari Madison Keys pada set penentu, namun ia memenangi tujuh game beruntun untuk merebut tiket ke babak keempat. Pola serupa terulang saat menghadapi unggulan kedelapan asal Polandia di Arthur Ashe Stadium. Tertinggal 0-5 di set pembuka, Zheng bangkit dan memenangi 13 dari 16 game berikutnya untuk menuntaskan perlawanan Swiatek dengan skor 7-5, 6-3.
Kunci kemenangan Zheng terletak pada agresivitasnya. Pada set kedua, ia melakukan break krusial di game ketujuh lewat pengembalian backhand yang keras, lalu menambah break lagi dua game kemudian untuk mengunci kemenangan. Ini merupakan kemenangan ketujuh beruntunnya di New York, termasuk tiga laga kualifikasi, yang akan membawanya kembali ke ambang 50 besar dunia.
"Semakin banyak pertandingan yang saya mainkan, semakin saya menemukan ritme di lapangan," ujar Zheng usai laga, seperti dikutip BBC Sport. "Banyak yang bertanya apakah saya lelah. Saat tiba di sini, saya sama sekali tidak merasa lelah. Saya sangat bersemangat untuk tampil dan menikmati stadion yang luar biasa ini."
Bagi Indonesia, performa Zheng menjadi sorotan menarik di tengah meningkatnya popularitas tenis di Asia Tenggara. Meski belum ada petenis Indonesia yang menembus level elite, kebangkitan Zheng membuktikan bahwa kerja keras dan ketahanan mental dapat mengubah arah karier, bahkan setelah cedera serius. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang mulai meniti karier di turnamen internasional.
Di sisi lain, kekalahan Swiatek mengejutkan banyak pihak. Petenis Polandia itu dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di lapangan keras, namun ia gagal menghadapi tekanan yang diberikan Zheng. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan di papan atas tenis wanita semakin ketat, dengan munculnya nama-nama baru seperti Zheng dan Mirra Andreeva, yang juga melaju ke perempat final setelah mengalahkan Anastasia Potapova.
Dengan performa impresif ini, Zheng kini dihadapkan pada ujian berikutnya: menghadapi pemenang antara Naomi Osaka atau Elena Rybakina. Keduanya sama-sama memiliki pengalaman dan kekuatan pukulan yang mumpuni. Pertanyaannya, mampukah Zheng mempertahankan konsistensi dan kembali menunjukkan kebangkitan dramatis? Atau justru langkahnya akan terhenti di perempat final? Publik tenis dunia, termasuk penggemar di Indonesia, akan menantikan jawabannya.



