Badai Marie Jauh di Pasifik, Ombak 3 Meter dan Arus Rip Ancam Pantai California
Baca dalam 60 detik
- Badai Marie di Pasifik memicu ombak setinggi 3 meter dan arus rip berbahaya di California selatan, meski badai tidak mendarat.
- Petugas penyelamat Newport Beach melakukan 177 operasi penyelamatan dalam sehari, angka tertinggi yang pernah tercatat.
- Fenomena ini mengingatkan pentingnya mitigasi risiko pesisir di Indonesia yang juga rawan gelombang tinggi dan arus rip.

Badai Marie yang berpusat ratusan mil di Samudra Pasifik telah mengubah wajah pantai California selatan menjadi medan berbahaya sepanjang akhir pekan Hari Buruh. Meski tidak diperkirakan mencapai daratan, badai ini memicu ombak setinggi tiga meter dan arus pecah (rip currents) yang mengancam keselamatan perenang dan peselancar di sejumlah pantai.
Menurut Rose Schoenfeld, ahli meteorologi dari Layanan Cuaca Nasional AS, kondisi tersebut mengancam jiwa meskipun pusat badai berada jauh dari garis pantai. Ombak besar dilaporkan menghantam pantai-pantai yang menghadap ke selatan, sementara hujan deras turun di Los Angeles County dengan curah hujan mencapai 6,4 milimeter di beberapa titik.
Laporan dari petugas penyelamat pantai menyebut arus rip menjadi ancaman utama. Di Newport Beach, Kepala Batalion Penyelamat Pantai Adam Yacenda mengungkapkan bahwa timnya melakukan 177 operasi penyelamatan pada Sabtuโangka yang jauh melampaui ambang normal. "Ketika jumlahnya mendekati atau melebihi 100, itu berarti hari yang sangat sibuk," ujarnya. Ia menambahkan bahwa hanya peselancar berpengalaman yang disarankan menghadapi kondisi ini karena arus menuju laut sangat kuat.
Dampak badai tidak hanya dirasakan di laut. Kota Seal Beach di Orange County menutup dua area parkir tepi pantai hingga Rabu pagi untuk mengantisipasi banjir pesisir. Sementara itu, pejabat kesehatan di Long Beach mengeluarkan imbauan agar warga tidak berenang di pantai maupun teluk selama minimal tiga hari. Penyebabnya, limpasan air hujan dari saluran drainase dan sungai berpotensi menurunkan kualitas air secara signifikan.
Fenomena ini menjadi pengingat bagi Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia. Arus rip, yang sering disebut sebagai pembunuh senyap, juga menjadi penyebab utama kecelakaan di pantai selatan Jawa, Bali, dan Lombok. Menurut data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), puluhan wisatawan tenggelam setiap tahun akibat terseret arus ini. Sayangnya, kesadaran akan bahaya arus rip masih rendah di kalangan pengunjung pantai Indonesia.
Para ahli meteorologi memperkirakan badai Marie akan melemah menjadi badai tropis pada akhir pekan, namun peringatan kondisi laut berbahaya masih berlaku untuk beberapa hari ke depan. National Hurricane Center mengingatkan potensi banjir pesisir yang dapat berlangsung hingga pertengahan pekan. Pertanyaannya, apakah otoritas pantai di Indonesia sudah siap menghadapi fenomena serupa yang dipicu oleh badai di Samudra Hindia maupun Pasifik? Dengan musim pancaroba yang kerap memunculkan cuaca ekstrem, kewaspadaan dan edukasi publik menjadi kunci untuk mencegah tragedi di masa mendatang.



