Emma Navarro Kembali ke Perempat Final US Open, Tantang Jessica Pegula di Laga Sesama Amerika
Baca dalam 60 detik
- Petenis tuan rumah Emma Navarro melaju ke perempat final US Open setelah menaklukkan Anna Kalinskaya 6-4, 6-2 di Arthur Ashe Stadium.
- Kemenangan ini menandai kembalinya Navarro ke babak delapan besar Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Australia Terbuka 2025, setelah absen lama karena masalah kesehatan.
- Ia akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dalam duel yang menjamin satu wakil AS di semifinal turnamen.

NEW YORK โ Petenis Amerika Serikat, Emma Navarro, memastikan tempat di perempat final US Open 2025 setelah mengalahkan wakil Rusia, Anna Kalinskaya, dengan skor telak 6-4, 6-2 di Arthur Ashe Stadium, Minggu (7/9) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan kebangkitan Navarro setelah melewati masa sulit akibat masalah kesehatan yang sempat membuatnya absen panjang dari tur.
Bagi Navarro, yang kini berstatus unggulan ke-26, pencapaian ini bukanlah hal asing. Pada edisi 2024, ia sukses menembus babak semifinal di Flushing Meadows. Namun, perjalanan setahun terakhir tidaklah mulus. Petenis berusia 25 tahun itu harus menepi dari kompetisi pada awal musim ini untuk memulihkan kondisi fisiknya. Kini, ia kembali tampil kompetitif dan siap menantang rekan setimnya, Jessica Pegula, yang juga melaju mulus ke babak delapan besar.
"Rasanya luar biasa bisa kembali bermain di Ashe. Sudah beberapa tahun, dan saya sangat merindukannya. Saya suka bermain di sini," ujar Navarro usai pertandingan, seperti dikutip Channel News Asia. Atmosfer dukungan penonton tuan rumah jelas menjadi energi tambahan baginya. Apalagi, kemenangan Navarro melengkapi hari sempurna bagi petenis Amerika, setelah sebelumnya Ben Shelton, Jessica Pegula, dan Frances Tiafoe juga memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya.
Pertemuan Navarro melawan Pegula di perempat final nanti dipastikan akan menjadi laga sengit. Keduanya sama-sama dalam performa terbaik. Pegula, yang merupakan unggulan kelima, tampil konsisten sepanjang turnamen. Sementara Navarro, meski bukan unggulan teratas, memiliki modal kepercayaan diri tinggi setelah melewati ujian berat melawan pemain-pemain tangguh. Secara head-to-head, keduanya belum pernah bertemu di Grand Slam, menambah bumbu tersendiri bagi laga yang akan datang.
Bagi pecinta tenis Indonesia, performa Navarro dan para petenis Amerika lainnya menjadi tontonan menarik. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, perkembangan tenis dunia selalu relevan untuk diikuti, terutama dalam hal strategi dan mentalitas juara. Kebangkitan Navarro setelah cedera juga bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda Indonesia bahwa pemulihan dan ketekunan adalah kunci menuju puncak prestasi.
Dengan hasil ini, peluang Amerika Serikat untuk meraih gelar tunggal putri di US Open kembali terbuka. Sejak Serena Williams pensiun, belum ada petenis Amerika yang mampu menembus final, apalagi juara. Kini, dengan empat wakil di perempat final, harapan itu kembali menyala. Pertanyaan besarnya: akankah salah satu dari mereka mampu mengakhiri puasa gelar tersebut? Jawabannya akan mulai terungkap saat perempat final bergulir.



