Fury Tantang Usyk Lagi, Duel Melawan Joshua Terancam Batal
Baca dalam 60 detik
- Tyson Fury secara terbuka menantang Oleksandr Usyk untuk duel ulang pada November, menyusul kebuntuan negosiasi melawan Anthony Joshua.
- Kontrak pertarungan Joshua-Fury telah ditandatangani, namun perbedaan lokasi (Wembley vs New York) menghambat pengumuman resmi.
- Jika duel Fury-Usyk terwujud, ini akan menjadi trilogi yang belum pernah terjadi dalam sejarah tinju kelas berat modern.

Kabar mengejutkan datang dari jagat tinju kelas berat: Tyson Fury secara terbuka menantang Oleksandr Usyk untuk bertarung lagi pada November, sementara kontraknya melawan Anthony Joshua masih menggantung. Dalam sebuah video di Instagram yang sarat emosi, Fury menuduh Joshua mundur dari rencana duel all-British yang telah lama dinanti. Tantangan ini sekaligus membuka peluang terciptanya trilogi epik melawan Usyk, rival yang dua kali mengalahkannya.
Sejatinya, kedua petinju Inggris itu telah menandatangani kontrak terpisah dengan promotor asal Arab Saudi, Sela, untuk bertarung pada November. Namun, kebuntuan terjadi karena perbedaan lokasi: Joshua bersikeras bertarung di Wembley Stadium, London, sementara Sela dan mitra penyiar Netflix lebih condong ke Madison Square Garden, New York. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa duel yang dinanti publik Inggris itu bisa batal total.
Fury, yang dikenal dengan julukan "Gypsy King", tidak tinggal diam. Dalam video berdurasi singkat, ia melontarkan kritik tajam kepada Joshua dan justru mengarahkan tantangannya kepada Usyk. "Bola sekarang ada di tanganmu... apakah kamu mau bertarung denganku tahun ini, 2026, atau kamu menyerah?" ujarnya, seraya menegaskan bahwa ia mulai mencari lawan baru. Sikap ini menegaskan bahwa kesabaran Fury terhadap proses negosiasi yang berlarut-larut telah habis.
Di sisi lain, promotor Joshua, Eddie Hearn, sebelumnya sempat optimistis pengumuman resmi akan segera keluar. Namun, setelah video Fury beredar, peluang itu tampak semakin tipis. Sela sendiri dikabarkan telah menghubungi kantor Wali Kota London, Sadiq Khan, untuk membahas kemungkinan menggelar laga di stadion nasional, tetapi pembicaraan belum berkembang sejak pekan lalu. Khan, yang antusias menyambut duel tersebut, bahkan telah mendesak para promotor untuk membawa pertarungan ke London, dengan janji 100.000 penonton langsung dan jutaan pasang mata di seluruh dunia.
Menariknya, di tengah ketidakpastian ini, muncul nama Usyk sebagai pelarian. Usyk, yang kini berstatus sebagai pelatih dan mentor Joshua, justru menjadi target baru Fury. Jika pertarungan melawan Usyk terwujud, ini akan menjadi kali ketiga mereka bertemu di atas ring. Dua pertemuan sebelumnya berakhir dengan kemenangan mutlak Usyk, yang membuat Fury tampak haus balas dendam. Namun, pertanyaan besarnya: apakah Usyk bersedia menerima tantangan tersebut, atau ia akan tetap fokus mendampingi Joshua?
Bagi penggemar tinju Indonesia, dinamika ini tentu menarik untuk disimak. Meski tidak ada petinju Tanah Air yang terlibat langsung, laga-laga besar seperti ini selalu menjadi tontonan global yang dinantikan. Selain itu, keputusan lokasi pertarungan akan memengaruhi jam tayang di Indonesia; jika digelar di New York, penonton di Asia Tenggara bisa menyaksikan pada siang hari, sementara jika di London, pertarungan kemungkinan berlangsung dini hari. Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi penyiar lokal yang ingin menayangkan laga tersebut.
Para analis menilai bahwa langkah Fury menantang Usyk di tengah proses negosiasi yang alot bisa jadi merupakan taktik untuk menekan Joshua dan Hearn agar segera menyetujui syarat yang diajukan. Namun, jika Joshua benar-benar mundur, Fury tidak akan kesulitan mencari lawan pengganti, mengingat statusnya sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik dunia. Sementara itu, Usyk, yang tengah menikmati masa purnanya sebagai juara, mungkin akan berpikir dua kali untuk kembali ke ring, mengingat usianya yang tak lagi muda.
Ke depannya, publik bertanya-tanya: apakah duel Fury-Joshua yang sudah dinanti bertahun-tahun ini akan benar-benar terwujud, atau justru kita akan menyaksikan babak ketiga antara Fury dan Usyk yang lebih sengit? Satu hal yang pasti, dunia tinju kelas berat sedang berada di persimpangan yang penuh intrik dan kejutan.



