Gagal di Bursa Musim Panas, Chelsea Siapkan Serangan Baru untuk Lamine Camara pada 2027
Baca dalam 60 detik
- Chelsea berencana mengaktifkan kembali perburuan gelandang AS Monaco, Lamine Camara, pada 2027 setelah kesepakatan ยฃ47 juta gagal di menit akhir bursa transfer.
- Persaingan ketat dari Arsenal, Manchester City, dan Liverpool mengintai, menyusul performa impresif Camara yang mencatatkan tujuh tekel sukses dan akurasi umpan 92% saat melawan PSG.
- Kebutuhan mendesak Chelsea akan gelandang baru semakin terasa karena cedera berkepanjangan yang membekap Jordan Henderson dan Moises Caicedo, ditambah potensi kepergian Enzo Fernandez.

LONDON โ Chelsea dikabarkan masih menyimpan hasrat besar untuk memboyong gelandang AS Monaco, Lamine Camara, ke Stamford Bridge. Klub asal London Barat itu disebut telah menyusun rencana baru untuk merekrut pemain internasional Senegal tersebut pada 2027, setelah upaya di bursa transfer musim panas lalu gagal total di menit-menit akhir.
Kegagalan itu meninggalkan lubang di lini tengah The Blues. Manajer Xabi Alonso kini harus berpikir keras, terutama dengan masih cedernya dua gelandang andalan, Moises Caicedo dan Jordan Henderson. Henderson sendiri belum pernah tampil sama sekali untuk Chelsea akibat patah pergelangan tangan yang dideritanya saat membela tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026. Situasi semakin pelik ketika Reece James harus turun sebagai gelandang bertahan mendampingi Romeo Lavia saat melawan Arsenal di laga terakhir.
Ketertarikan Chelsea pada Camara bukan tanpa alasan. Pemain berusia 22 tahun itu dinilai memiliki kualitas istimewa dalam situasi bola mati. Ben Mattinson, pengamat dari Como yang memantau langsung perkembangannya, memuji konsistensi umpan-umpan Camara. Menurut Mattinson, Camara mengambil alih tugas eksekusi tendangan sudut dan free kick dalam dari Golovin, sebuah kepercayaan yang tidak diberikan kepada semua pemain. Umpannya memiliki kecepatan, efek, dan akurasi tinggi, dengan preferensi pada tendangan sudut ke tiang dekat dan free kick ke tiang jauh.
Lebih dari sekadar spesialis bola mati, Mattinson menyebut Camara sebagai gelandang "all-action" yang mampu memberi dampak di kedua sisi permainan. Catatan defensifnya pun mengesankan, terlihat dari jumlah tekel dan intersep yang tinggi di Ligue 1 musim ini. Kombinasi kemampuan bertahan, visi bermain, dan kontribusi gol membuatnya menjadi incaran banyak klub besar Eropa.
Menurut laporan TEAMtalk, Chelsea masih serius ingin merekrut Camara pada bursa transfer berikutnya. Agen pemain pun dikabarkan terus bekerja untuk memuluskan kepindahan dari Monaco, dengan kepergian diyakini akan terjadi. Namun, kelambanan Chelsea di bursa musim panas lalu bisa berbuah petaka. Arsenal, Manchester City, dan Liverpool dikabarkan turut memantau perkembangannya, terutama setelah penampilan gemilang Camara saat melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions. Ketiga klub tersebut siap bersaing memperebutkan tanda tangannya.
Bagi Chelsea, agenda mendatangkan gelandang baru bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Selain masalah cedera yang berkepanjangan, kabar kepergian Enzo Fernandez di masa depan semakin memperjelas kebutuhan akan sosok pengatur serangan baru. Jika Camara terus tampil konsisten, Chelsea akan menghadapi persaingan yang sangat ketat. Pertanyaannya, apakah The Blues mampu memenangkan perlombaan ini atau kembali gagal di tengah kompetisi yang semakin sengit?



