Carter Gordon Patah Kaki, Wallabies Kehilangan Playmaker Andalan Jelang Lawan Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Carter Gordon mengalami patah kaki pada laga melawan Argentina dan diprediksi absen hingga dua bulan.
- Cedera ini memaksa Australia mencari pengganti di posisi flyhalf, yang selama ini menjadi titik lemah tim.
- Kekuatan Wallabies diuji tanpa Gordon saat menghadapi juara dunia Afrika Selatan akhir bulan ini.

Kabar buruk menghampiri tim nasional rugby Australia, Wallabies. Carter Gordon, playmaker andalan yang baru saja menjadi pilihan utama pelatih Les Kiss, dipastikan mengalami patah kaki dan harus menepi hingga dua bulan ke depan. Cedera tersebut dialaminya saat Australia bermain imbang 28-28 melawan Argentina di Mendoza, Sabtu lalu, dan menjadi pukulan telak bagi skuat yang tengah dalam tren positif.
Gordon cedera pada menit ke-70, tepat ketika Australia gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Argentina kehilangan dua anggotanya akibat kartu kuning di 10 menit terakhir. Kegagalan mengamankan kemenangan di laga tersebut kini diperparah dengan kabar cedera yang dialami pemain berusia 25 tahun itu. Media setempat, Nine, melaporkan bahwa Gordon akan melewatkan pertandingan penting melawan juara dunia Afrika Selatan di Perth pada 27 September mendatang.
Kehilangan Gordon menjadi masalah tersendiri bagi Kiss, yang baru mengambil alih kursi pelatih dari Joe Schmidt setelah uji coba Juli lalu. Sejak saat itu, Australia belum terkalahkan dalam empat pertandingan. Namun, cedera Gordon memaksa Kiss untuk mencari solusi cepat di posisi flyhalf, sebuah sektor yang selama beberapa tahun terakhir menjadi titik lemah Wallabies. Sebelum Gordon tampil impresif, posisi tersebut kerap menjadi sorotan karena inkonsistensi para pengisinya.
Perjalanan karier Gordon memang kerap dihantam cedera. Sebelumnya, ia absen pada uji coba Nations Championship melawan Prancis dan Italia pada Juli karena cedera betis. Masalah pada kaki juga sempat mengganggunya sepanjang musim Super Rugby Pacific. Tahun lalu, ia bahkan hanya tampil satu kali di National Rugby League bersama Gold Coast Titans karena kondisi tulang belakang yang langka, sebelum akhirnya kembali ke rugby union.
Di tengah proses pemulihan, Gordon juga dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada pekan ini setelah kembali ke Australia. Namun, prioritasnya kini adalah memulihkan kondisi fisiknya agar bisa segera memperkuat tim. Sementara itu, Les Kiss harus berpikir keras untuk merotasi skuatnya. Pertandingan melawan Afrika Selatan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman tim Australia, terlebih setelah mereka nyaris kalah dari Argentina yang bermain dengan 13 orang.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi menarik untuk dicermati. Australia adalah salah satu kekuatan tradisional di Rugby Championship, dan performa mereka kerap menjadi tolok ukur bagi perkembangan rugby di kawasan Asia-Pasifik. Indonesia sendiri tengah berupaya mengembangkan olahraga ini, dan melihat bagaimana tim-tim besar mengelola cedera serta rotasi pemain bisa menjadi pelajaran berharga.
Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk dua pertandingan kandang-tandang melawan Selandia Baru pada pertengahan Oktober dan lanjutan Nations Championship di Eropa pada November, Australia harus segera menemukan pengganti yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gordon. Pertanyaannya, akankah Kiss berani memberi kesempatan kepada pemain muda, atau justru memanggil kembali pemain senior yang berpengalaman? Keputusan ini akan menentukan sejauh mana Australia bisa bersaing di pentas internasional tanpa playmaker utamanya.



