Andy Ruiz Jr Kalah dalam Laga Comeback, Tetap Minta Rematch
Baca dalam 60 detik
- Andy Ruiz Jr menelan kekalahan angka mutlak dari Damian Knyba dalam pertarungan comeback-nya di Newark, New Jersey.
- Kekalahan ini menambah panjang daftar kekecewaan Ruiz Jr sejak merebut gelar dunia dari Anthony Joshua pada 2019.
- Ruiz Jr yang kini di bawah naungan promotor Eddie Hearn bersikeras ingin menjalani rematch dan menolak pensiun.

Andy Ruiz Jr, petinju kelas berat asal Meksiko yang pernah mengguncang dunia tinju dengan mengalahkan Anthony Joshua, harus menelan kekalahan dalam laga comeback-nya melawan petinju Polandia, Damian Knyba, di Prudential Center, Newark, New Jersey, akhir pekan ini. Kekalahan angka mutlak ini menjadi pukulan telak bagi karier Ruiz Jr yang sudah lama tidak naik ring.
Pertarungan yang berlangsung sengit itu berakhir dengan kemenangan Knyba melalui keputusan mutlak juri. Dua juri memberikan skor 114-113 untuk Knyba, sementara satu juri lainnya menilai 117-110 untuk petinju Polandia tersebut. Knyba pun mencatat rekor 18 kemenangan dan satu kekalahan, sementara Ruiz Jr harus menerima kekalahan ketiga dalam kariernya dari total 39 pertarungan.
Ruiz Jr, yang kini berusia 36 tahun, tampil di bawah performa terbaiknya. Ia bahkan sempat terjatuh di ronde ketujuh sebelum berhasil bangkit dan diselamatkan oleh bel. Sepanjang pertarungan, ia kesulitan melepaskan kombinasi pukulan karena gaya bertarung Knyba yang kerap memeluk. "Saya tidak tahu, mungkin dia terlalu banyak memeluk. Setiap kali saya mencoba masuk, dia memeluk saya sangat erat, dan saya tidak bisa melepaskan kombinasi," ujar Ruiz Jr seusai pertarungan.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Ruiz Jr sejak ia merebut gelar dunia WBA, IBF, dan WBO dari Anthony Joshua pada Juni 2019. Setelah kalah dalam rematch pada Desember 2019, Ruiz Jr hanya bertarung empat kali, dengan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Cedera dan masa rehat panjang kerap menghambat kariernya. Sebelum melawan Knyba, ia terakhir naik ring pada Agustus 2024 saat imbang melawan Jarrell Miller.
Ruiz Jr yang baru saja menandatangani kontrak dengan promotor asal Inggris, Eddie Hearn, menolak untuk pensiun. Ia mengaku butuh waktu untuk menghilangkan karat setelah lama tidak bertanding. "Saya hanya butuh waktu istirahat yang panjang, dan dia lawan yang hebat. Saya tidak ingin mengambil pertarungan mudah, makanya saya memilih Damian. Dia petinju besar. Tapi kita harus mengambil risiko. Saya masih punya kemampuan, saya hanya perlu tetap aktif dan ingin bertarung lagi," tegasnya.
Kekalahan ini menjadi sorotan di dunia tinju internasional, termasuk di Indonesia yang memiliki basis penggemar tinju yang cukup besar. Bagi penggemar tinju Tanah Air, kiprah Ruiz Jr selalu menarik karena kisahnya yang inspiratifโdari petinju yang dianggap remeh hingga menjadi juara dunia. Namun, kekalahan beruntun ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah Ruiz Jr masih bisa bersaing di puncak kelas berat, atau akankah ia menjadi kenangan belaka?
Analis tinju menilai bahwa gaya bertarung Ruiz Jr yang mengandalkan kecepatan tangan dan refleks mulai tergerus usia. Di sisi lain, Knyba yang lebih muda dan lebih tinggi berhasil memanfaatkan keunggulan fisiknya. "Ruiz Jr terlihat lambat dan mudah ditebak. Ia tidak bisa lagi mengandalkan kecepatan seperti dulu," ujar seorang pengamat tinju yang enggan disebut namanya.
Meski demikian, Ruiz Jr masih memiliki daya tarik komersial yang besar, terutama setelah bergabung dengan Matchroom Boxing milik Eddie Hearn. Pertarungan ulang melawan Knyba bisa menjadi opsi yang menarik, baik secara sportif maupun finansial. Namun, Ruiz Jr harus segera membuktikan bahwa ia masih layak berada di jajaran elite kelas berat.
Ke depan, pertanyaan terbesarnya adalah: apakah Ruiz Jr akan mendapatkan kesempatan emas untuk membalas kekalahan ini, atau justru harus menerima kenyataan bahwa era kejayaannya telah berakhir? Dengan usia yang tidak lagi muda dan persaingan yang semakin ketat di kelas berat, keputusan Ruiz Jr dalam beberapa bulan ke depan akan menentukan arah kariernya.



