Kotoeiho Incar Tiket ke Jajaran Elite: Target Kemenangan di Turnamen Musim Gugur
Baca dalam 60 detik
- Pegulat sumo berusia 23 tahun itu menargetkan promosi ke peringkat komusubi atau lebih tinggi setelah mencatat rekor impresif 11-4 di turnamen Nagoya.
- Dengan status maegashira No. 1, Kotoeiho memiliki peluang emas untuk menembus jajaran 'sanyaku' jika mampu meraih kemenangan ganda di Autumn Basho.
- Performa stabil di turnamen ini bisa membawanya langsung ke peringkat sekiwake pada November, sekaligus memperkuat posisinya di peta persaingan sumo Jepang.

Pegulat sumo Jepang, Kotoeiho, menegaskan ambisinya untuk menembus jajaran elite dengan memanfaatkan posisi tertinggi dalam kariernya sebagai maegashira No. 1 pada Turnamen Grand Sumo Musim Gugur yang akan digelar di Tokyo. Dalam sesi latihan di kandang Sadogatake, Matsudo, Prefektur Chiba, Minggu (6/9), ia mengaku peluang itu kini terbuka lebar setelah kerja kerasnya membuahkan hasil.
Kotoeiho, yang baru berusia 23 tahun, naik ke peringkat tersebut setelah mencatat rekor 11-4 pada turnamen sebelumnya di Nagoya, Juli lalu. Posisi ini menempatkannya tepat di bawah komusubi, yang merupakan peringkat keempat tertinggi dalam hierarki sumo. Dengan demikian, turnamen 15 hari yang dimulai Minggu depan di Ryogoku Kokugikan ini menjadi panggung krusial bagi kariernya.
Meski optimistis, Kotoeiho mengakui persiapannya belum sempurna. Dalam latihan, ia menelan tiga kekalahan beruntun dari Gonoyama, pegulat peringkat No. 3 maegashira. "Ada hal baik dan buruk. Saya ingin memastikan diri benar-benar siap," ujarnya. Ia menambahkan, "Saya akan berusaha maksimal dan memenangkan sebanyak mungkin pertarungan."
Target utama Kotoeiho adalah meraih kemenangan ganda (10 kemenangan atau lebih) yang biasanya menjadi syarat promosi ke jajaran sanyaku. Jika berhasil, ia bisa langsung melompat ke peringkat sekiwake, yang merupakan peringkat tertinggi ketiga, untuk turnamen Kyushu pada November. Promosi ini tidak hanya prestise, tetapi juga membuka pintu menuju gelar ozeki di masa depan.
Di sisi lain, sesi latihan yang sama juga menjadi ajang pembuktian bagi ozeki Kotozakura. Pegulat berusia 28 tahun itu tampil impresif dengan memenangkan 14 dari 19 pertarungan latihan. Ini menjadi sinyal positif setelah ia absen dalam tur regional bulan lalu karena cedera pergelangan kaki kiri. "Tidak ada masalah dengan kaki kiri saya. Saya akan berusaha seperti biasa," katanya.
Kotozakura, yang berada satu tingkat di bawah yokozuna, tengah berusaha keluar dari tren negatif. Sejak meraih gelar divisi utama pertamanya pada November 2024, ia hanya sekali mencapai angka kemenangan ganda. Catatan terakhirnya di bulan Maret menjadi titik terendah yang ingin ia perbaiki. Tekanan untuk tampil konsisten di level ozeki tentu besar, mengingat standar yang diharapkan darinya.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Meski sumo bukan olahraga populer di Tanah Air, ketertarikan terhadap budaya Jepang dan olahraga tradisionalnya terus tumbuh. Turnamen ini juga menjadi tontonan yang bisa disaksikan melalui layanan streaming, memberikan akses bagi penggemar global untuk menyaksikan perjuangan para pegulat.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Kotoeiho mampu memanfaatkan momentum ini untuk menembus jajaran sanyaku, atau justru gagal dan kembali terpuruk? Sementara Kotozakura, bisakah ia bangkit dan membuktikan dirinya layak menjadi calon yokozuna? Jawabannya akan terjawab dalam dua pekan ke depan di atas dohyo.



