Kirishima Targetkan Promosi Yokozuna di Turnamen Musim Gugur, Hoshoryu Masih Diragukan
Baca dalam 60 detik
- Ozeki Kirishima menyatakan siap merebut gelar yokozuna pada turnamen sumo musim gugur setelah dua kali gagal di playoff.
- Yokozuna Hoshoryu masih belum memastikan partisipasinya pasca operasi lutut kanan, menambah ketidakpastian di divisi tertinggi.
- Pemulihan Wakatakakage dari sindrom kompartemen berjalan baik, namun ia dipastikan absen pada turnamen yang dimulai 13 September.

Ozeki Kirishima menegaskan tekadnya untuk meraih promosi ke pangkat yokozuna pada Turnamen Grand Sumo Musim Gugur yang akan digelar bulan ini. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan kelompok pegulat di Tokyo, Selasa (1/9), menandakan kesiapannya menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya.
Kirishima, yang lahir di Mongolia, dua kali berturut-turut gagal merebut gelar juara divisi utama setelah kalah dalam playoff, dengan catatan 12-3 pada turnamen Mei dan Juli. Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak, mengingat ia baru saja kembali ke pangkat ozeki pada Mei setelah absen selama 11 turnamen akibat cedera leher yang sempat membuat kariernya terpuruk.
โTidak ada yang berubah. Saya akan tetap percaya diri, melakukan yang terbaik, dan menikmati pertarungan di atas dohyo,โ ujar Kirishima, seperti dikutip Kyodo. Sikap tenangnya menunjukkan mentalitas seorang calon juara, tetapi tekanan untuk membuktikan diri di hadapan dewan yokozuna jelas membayangi.
Sementara itu, yokozuna Hoshoryu masih belum memberikan kepastian mengenai partisipasinya di turnamen yang berlangsung di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, setelah menjalani operasi lutut kanan pada Juli lalu. โSaya ingin bertanding, tetapi keputusan baru akan diambil pada menit-menit terakhir,โ kata Hoshoryu, yang juga lahir di Mongolia. Grand champion berusia 27 tahun itu telah absen pada dua turnamen terakhir dan belum pernah meraih gelar sejak promosi ke yokozuna pada Maret 2025.
Di sisi lain, Wakatakakage, yang menempati peringkat maegashira No. 12, menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani operasi darurat pada kaki kirinya. Ia mengalami sindrom kompartemen, kondisi gangguan sirkulasi yang dapat menyebabkan kelumpuhan, dan kini mengaku tidak lagi kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari. โPemulihan saya berjalan baik. Saya ingin terus melangkah maju selangkah demi selangkah menuju kembali ke ring,โ ujarnya, meski belum ada kepastian kapan ia akan kembali bertanding.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, perkembangan ini menarik karena sumo semakin populer di Asia Tenggara, termasuk melalui siaran langsung dan liputan media. Ketegangan antara Kirishima dan Hoshoryu tidak hanya menentukan peta kekuatan di divisi tertinggi, tetapi juga memengaruhi daya tarik turnamen bagi audiens global. Jika Kirishima berhasil meraih promosi, ia akan menjadi yokozuna kelahiran Mongolia keempat dalam sejarah, memperkuat dominasi pegulat asing di panggung tertinggi sumo.
Turnamen musim gugur ini juga menjadi ujian bagi Hoshoryu, yang kariernya dipertanyakan setelah serangkaian cedera. Keputusan untuk bertanding atau tidak akan berdampak besar pada statusnya sebagai yokozuna, mengingat standar kinerja yang ketat. Sementara itu, Kirishima memiliki peluang emas untuk mengakhiri puasa gelar dan mengukuhkan namanya dalam sejarah sumo.
Pertanyaannya kini: mampukah Kirishima memanfaatkan momentum ini, atau justru Hoshoryu yang bangkit dan membungkam keraguan? Jawabannya akan terjawab di atas dohyo Tokyo, mulai 13 September mendatang.



