Kandaskan Fritz di New York, Cerundolo Ukir Sejarah ke Babak Keempat US Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis Argentina Francisco Cerundolo menyingkirkan unggulan asal Amerika Serikat, Taylor Fritz, dalam laga lima set yang menegangkan di Arthur Ashe Stadium.
- Kekalahan ini menjadi kegagalan tercepat Fritz di turnamen Grand Slam kandangnya dalam empat tahun terakhir, sekaligus membuka peluang bagi pemain non-unggulan untuk tampil mengejutkan.
- Dengan tersingkirnya Fritz, persaingan di sektor putra US Open semakin terbuka; hanya empat dari sepuluh unggulan teratas yang masih bertahan di babak keempat.

Petenis tuan rumah, Taylor Fritz, harus mengakui keunggulan wakil Argentina, Francisco Cerundolo, pada babak ketiga US Open di New York, Sabtu (5/9) waktu setempat. Unggulan ke-12 itu menyerah dengan skor 3-6, 4-6, 6-3, 6-4, 6-4 dalam pertarungan sengit yang berlangsung di Arthur Ashe Stadium. Kekalahan ini menjadi kegagalan tercepat Fritz di turnamen Grand Slam kandangnya sejak 2019, sekaligus memupus harapan publik Amerika yang menantikan gelar tunggal putra pertama sejak 2003.
Fritz sejatinya tampil meyakinkan pada dua babak awal tanpa kehilangan satu set pun. Ia bahkan hanya butuh sekitar 90 menit untuk melibas lawannya di babak kedua. Namun, Cerundolo, yang baru pertama kali merasakan atmosfer lapangan utama Arthur Ashe, tampil dengan determinasi tinggi. Petenis peringkat 29 dunia itu mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua set, dan akhirnya mengunci kemenangan bersejarah—menjadikannya lolos ke babak keempat US Open untuk pertama kalinya dalam kariernya.
“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa membiarkan hal itu terjadi hari ini,” ujar Fritz dengan wajah muram dalam konferensi pers usai pertandingan. Ungkapan itu menggambarkan frustrasi yang dirasakan pemain berusia 26 tahun tersebut, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu kandidat kuat untuk memutus puasa gelar mayor AS. Di sisi lain, Cerundolo mengakui bahwa ia bermain di bawah performa terbaiknya pada dua set awal, tetapi perlahan menemukan ritme permainan. “Saya mulai masuk ke permainan ini langkah demi langkah, dan saya pikir pada set keempat dan kelima saya bermain sangat bagus. Saya tidak menemukan permainan itu di set-set sebelumnya,” katanya.
Pertandingan berjalan dramatis sejak set ketiga. Setelah saling mematahkan servis di awal, Cerundolo mulai menunjukkan kegigihan. Fritz, yang merupakan finalis US Open 2024, tampak frustrasi ketika melakukan kesalahan pada poin-poin krusial. Pada set keempat, ia bahkan terlihat memukulkan raket ke pahanya setelah pukulannya melenceng jauh dari baseline. Momen paling menegangkan terjadi di game kesembilan set penentu, ketika tali sepatu Fritz putus saat ia bersiap melakukan servis dalam posisi 15-40. Insiden singkat itu tidak menggoyahkan konsentrasi Cerundolo; ia justru memanfaatkan kelengahan lawan untuk memastikan break dan menutup pertandingan dengan backhand menyilang yang indah.
Kekalahan Fritz menambah panjang daftar kejutan di turnamen tahun ini. Dari sepuluh unggulan teratas sektor putra, hanya tersisa empat nama di babak keempat. Kondisi ini, menurut Cerundolo, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di sirkuit tenis profesional saat ini. “Itu menunjukkan betapa meratanya sirkuit sekarang, betapa ketatnya setiap pertandingan, betapa sulitnya memenangkan pertandingan, karena apa pun bisa terjadi. Terbuka untuk semua orang. Semua orang bisa menang,” ujarnya.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan ini menegaskan bahwa era dominasi segelintir pemain papan atas mulai terkikis. Persaingan yang semakin merata membuka peluang bagi petenis dari negara berkembang, termasuk Asia, untuk tampil menonjol di turnamen Grand Slam. Meski belum ada wakil Indonesia yang mampu menembus babak utama, tren ini bisa menjadi inspirasi bagi pembinaan tenis nasional untuk berani bermimpi lebih besar.
Langkah Cerundolo selanjutnya akan diuji oleh Alexander Blockx, petenis muda Belgia yang juga tampil mengejutkan dengan mengalahkan Flavio Cobolli dari Italia. Bisakah Cerundolo mempertahankan performa terbaiknya dan melangkah lebih jauh? Atau akankah Blockx menjadi batu sandungan baru? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan di Flushing Meadows.



