US Open Makin Terbuka: Cerundolo Yakin Siapa pun Bisa Juara Usai Singkirkan Fritz
Baca dalam 60 detik
- Petenis Argentina Francisco Cerundolo menegaskan persaingan US Open tahun ini paling ketat dalam beberapa tahun terakhir setelah comeback dramatisnya atas Taylor Fritz.
- Hanya empat unggulan top-10 yang tersisa di Flushing Meadows, menandakan era baru di mana tak ada lagi dominasi mutlak para favorit.
- Kemenangan ini membuka peluang Cerundolo untuk menembus babak final Grand Slam pertamanya, sekaligus menjadi ancaman serius bagi para unggulan lainnya.

Flushing Meadows, New York โ Petenis Argentina, Francisco Cerundolo, menilai persaingan di nomor tunggal putra US Open tahun ini menjadi yang paling terbuka dalam beberapa edisi terakhir. Pernyataan itu muncul setelah ia memastikan diri melaju ke babak keempat dengan menumbangkan unggulan kesembilan sekaligus mantan finalis, Taylor Fritz, dalam laga lima set yang menegangkan, Sabtu (5/9) waktu setempat.
Bermain di Arthur Ashe Stadium, Cerundolo yang berstatus unggulan ke-24 nyaris tersingkir lebih awal. Ia sempat tertinggal dua set langsung dan kehilangan break di set ketiga. Namun, petenis berusia 28 tahun itu bangkit dan memenangi tiga set berikutnya dengan skor 6-3, 6-4, 6-4 untuk mengunci kemenangan 3-6, 4-6, 6-3, 6-4, 6-4. Kemenangan ini menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat Fritz tampil impresif sepanjang musim dan didukung penuh publik tuan rumah.
Kekalahan Fritz menambah daftar panjang unggulan yang gugur lebih awal di New York. Sebelumnya, Novak Djokovic, Felix Auger-Aliassime, dan Alex de Minaur juga sudah angkat koper. Dengan hanya menyisakan empat unggulan top-10 di babak keempat, Cerundolo menilai peta persaingan kini benar-benar terbuka. โIni menunjukkan betapa meratanya level permainan saat ini. Setiap pertandingan sangat ketat, sulit untuk memenangkan satu laga pun karena apa pun bisa terjadi,โ ujarnya kepada wartawan.
Menurut Cerundolo, banyak pemain kini tampil konsisten dan memiliki kualitas setara. โLevelnya sangat ketat. Terbuka untuk semua orang. Semua orang bisa menang,โ tambahnya. Pandangan ini senada dengan analis tenis yang menilai era dominasi segelintir pemain top mulai memudar, digantikan persaingan yang lebih sehat dan sulit diprediksi.
Bagi Cerundolo, pencapaian ini merupakan yang terbaik di US Open. Sebelumnya ia belum pernah melewati babak ketiga di Flushing Meadows. Kini, dengan persaingan yang semakin terbuka, ia optimistis bisa melangkah lebih jauh. โSaya akan terus berjuang, tidak akan berpuas diri,โ katanya dalam wawancara dengan media Argentina. Ambisinya jelas: menembus babak final Grand Slam untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Namun, jalan Cerundolo tidak mudah. Di babak keempat, ia akan berhadapan dengan Alexander Blockx dari Belgia, yang juga tampil mengejutkan dengan mengalahkan unggulan kelima asal Italia, Flavio Cobolli. Pertemuan ini menjadi ajang revans bagi Cerundolo, yang sebelumnya kalah dari Blockx di babak 16 besar Madrid Masters 1000 awal tahun ini. Rekor pertemuan yang tidak menguntungkan itu justru menjadi motivasi tambahan bagi petenis Amerika Selatan tersebut.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan demi kejutan di US Open tahun ini menjadi tontonan menarik. Persaingan yang ketat menunjukkan bahwa tenis putra tidak lagi didominasi oleh segelintir nama besar. Hal ini juga membuka peluang bagi petenis Asia, termasuk Indonesia, untuk bermimpi lebih tinggi di masa depan. Meski belum ada wakil Indonesia di level ini, tren keterbukaan persaingan bisa menjadi inspirasi bagi pembinaan tenis nasional.
Dengan hanya tersisa empat unggulan top-10, turnamen tahun ini diprediksi akan menghasilkan juara baru yang tidak terduga. Pertanyaan besarnya: akankah Cerundolo mampu memanfaatkan momentum ini untuk menembus final, atau justru ada kejutan lain yang menanti? Babak keempat yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para petenis yang masih bertahan.



