Onosato Selamatkan Bahu Kiri di Tur Musim Panas, Fokus Rebut Piala Kaisar Keenam
Baca dalam 60 detik
- Yokozuna Onosato menuntaskan tur 28 hari dengan cedera bahu kiri, absen dari latihan tanding di hari pamungkas.
- Asosiasi Sumo berencana memangkas jadwal tur tahun depan demi mengurangi beban fisik para pegulat.
- Turnamen Musim Gugur dimulai 13 September di Ryogoku Kokugikan; Onosato memburu gelar keenamnya.

Yokozuna Onosato menuntaskan tur musim panas selama 28 hari dengan perasaan lega, meski cedera bahu kiri yang membebatnya sepanjang perjalanan memaksa sang juara grand untuk membatasi porsi latihannya. Pada hari terakhir tur di Tachikawa, Tokyo Barat, Minggu (30/8), ia memilih tidak mengikuti latihan tanding dan hanya membantu pegulat divisi dua, Kagayaki, dalam latihan dorong.
Bagi Onosato, tur ini menjadi ujian ketahanan yang sesungguhnya. Di tengah rangkaian, ia sempat meninggalkan lokasi untuk menjalani perawatan bahu, lalu kembali dengan intensitas latihan yang meningkat. "Saya berhasil melewati seluruh tur ini," ujarnya, seraya menegaskan rencana untuk kembali ke stable dan mengasah gerakan stomping serta foot-sliding menjelang hari pembukaan turnamen.
Fokus berikutnya adalah Turnamen Grand Sumo Musim Gugur di Tokyo, yang dijadwalkan berlangsung 15 hari mulai 13 September di Ryogoku Kokugikan. Di ajang inilah Onosato, yang baru berusia 26 tahun, membidik Piala Kaisar keenam dalam kariernya. Namun, kondisi bahu kirinya menjadi tanda tanya besar: apakah ia mampu tampil penuh atau justru akan kembali membatasi gerak?
Di balik sorotan pada Onosato, ada kabar penting dari internal Asosiasi Sumo. Sumber asosiasi menyebutkan bahwa jadwal tur akan dilonggarkan mulai tahun depan, dengan pengurangan waktu perjalanan untuk meringankan beban para pegulat. Kepala penyelenggara tur, stablemaster Takadagawa, menegaskan bahwa asosiasi berupaya menyeimbangkan "dua pilar utama: turnamen resmi dan pameran regional." Ia berjanji akan terus melakukan perbaikan ke depan.
Keputusan ini lahir dari evaluasi panjang atas padatnya kalender sumo. Tur regional yang berlangsung hampir sebulan penuh kerap menjadi sumber kelelahan, terutama bagi pegulat papan atas yang harus menjaga kondisi fisik. Dengan pelonggaran ini, asosiasi berharap para pegulat bisa tampil lebih prima di turnamen utama, sekaligus tetap menjaga tradisi pameran keliling yang menjadi salah satu ciri khas sumo.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana olahraga tradisional Jepang terus beradaptasi dengan tuntutan modern. Cedera yang dialami Onosato menjadi pengingat bahwa bahkan atlet elit pun tidak kebal terhadap risiko fisik. Pertanyaannya, akankah pelonggaran jadwal cukup untuk mencegah cedera serupa di masa depan? Atau justru akan mengurangi daya tarik tur regional yang selama ini dinanti masyarakat lokal?
Ranking resmi untuk Turnamen Musim Gugur akan diumumkan pada Senin (31/8). Semua mata kini tertuju pada Onosato: apakah ia mampu bangkit dan merebut gelar keenam, atau justru cedera bahu kirinya akan menjadi penghalang terbesar dalam kariernya? Jawabannya akan mulai terlihat di Ryogoku Kokugikan bulan depan.



