Sabalenka dan Alcaraz Hadapi Tantangan Amerika di Babak 16 Besar AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Unggulan utama Aryna Sabalenka dan Carlos Alcaraz akan berhadapan dengan petenis tuan rumah pada babak keempat AS Terbuka, dengan peluang kejutan terbuka lebar.
- Townsend dan Paul, yang tampil percaya diri, menjadi ujian sesungguhnya bagi sang juara bertahan yang belum pernah kehilangan satu set pun di turnamen ini.
- Ben Shelton, yang tampil tidak konsisten, harus melewati hadangan Stefanos Tsitsipas, sebuah laga yang bisa menentukan langkahnya di turnamen.

Babak keempat AS Terbuka yang berlangsung akhir pekan ini menyajikan laga-laga panas, dengan dua juara bertahan, Aryna Sabalenka dan Carlos Alcaraz, harus menghadapi perlawanan sengit dari wakil tuan rumah. Sabalenka akan berjumpa Taylor Townsend, sementara Alcaraz ditantang Tommy Paul. Di sisi lain, Ben Shelton, petenis Amerika dengan peringkat tertinggi di sektor putra, mendapat ujian berat melawan Stefanos Tsitsipas.
Sabalenka, yang belum pernah kehilangan satu set pun sepanjang turnamen, menunjukkan performa impresif di rute menuju babak ini. Petenis Belarusia berusia 28 tahun itu melaju mulus setelah menundukkan Kamilla Rakhimova dalam dua set langsung, dengan menghujamkan 10 ace. Namun, di balik ketenangannya, ia sempat melontarkan kelucuan soal aroma ganja yang tercium di Stadion Louis Armstrong. "Kalau mereka terus merokok, saya bisa ikut tinggi," ujarnya sambil bercanda. Meski demikian, fokusnya tetap pada target ketiga gelar AS Terbuka beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah ia raih sebelumnya.
Di sisi lain, Townsend datang dengan kepercayaan diri tinggi. Petenis Amerika itu mengaku sedang dalam kondisi paling bebas di lapangan. "Ini saatnya saya, saya siap mengambil kesempatan ini," katanya. Ia berambisi menembus perempat final Grand Slam untuk pertama kalinya. Namun, rekor pertemuan menunjukkan Sabalenka selalu tampil dominan, dan pengalaman lima edisi terakhir selalu menembus semifinal menjadi modal berharga.
Sementara itu, duel antara Alcaraz dan Paul menjanjikan tensi tinggi. Dalam delapan pertemuan sebelumnya, Alcaraz selalu menang, tetapi Paul kerap memaksanya bermain ketat hingga tiebreak. Alcaraz sendiri mengakui gaya bermain Paul yang agresif dan sulit diprediksi menjadi ancaman nyata. "Dia berbahaya bagi semua orang di tur. Cara dia bermain membuat sulit untuk mendominasi bola," puji petenis Spanyol itu. Paul, yang pernah menjadi semifinalis Australia Terbuka, datang dengan modal kemenangan atas Alexander Bublik, yang tahun lalu menghentikannya di turnamen yang sama.
Laga lain yang tak kalah menarik adalah penampilan Ben Shelton yang belum stabil. Unggulan kedelapan itu selalu kehilangan satu set di tiga putaran awal dan sempat terlibat tiebreak sebanyak empat kali. Dalam kemenangannya atas Denis Shapovalov yang sempat tertunda hujan, Shelton membuat 54 kesalahan sendiri. "Bukan malam yang mudah. Jauh dari performa terbaik saya, tapi saya berhasil melewatinya," akunya. Kini ia harus berhadapan dengan Tsitsipas, yang pernah mengalahkannya pada 2023. Tsitsipas dinilai Shelton sebagai pemain dengan gaya yang efektif di semua permukaan.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, laga-laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana para petenis top menghadapi tekanan sebagai juara bertahan. Selain itu, performa petenis muda seperti Shelton dan Townsend bisa menjadi inspirasi bagi petenis Asia Tenggara yang mulai merintis karier di turnamen grand slam. Jadwal pertandingan hari Minggu juga memuat duel menarik lainnya, seperti pertemuan Daniil Medvedev dengan Frances Tiafoe, serta Jessica Pegula yang berhadapan dengan Sorana Cirstea.
Dengan persaingan yang semakin ketat, pertanyaan besarnya adalah: akankah Sabalenka dan Alcaraz mampu mempertahankan dominasi mereka, atau justru tuan rumah yang akan menciptakan kejutan? Jawabannya akan mulai terungkap di babak keempat ini.



