Drama Serie A: Inter Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Roma Kunci Puncak Klasemen di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan membalikkan keadaan melawan Napoli dengan gol kemenangan Lautaro Martinez pada menit ke-91, setelah sempat tertinggal 0-2.
- Roma merebut puncak klasemen Serie A setelah dua gol di masa injury time memastikan kemenangan dramatis atas Atalanta.
- Torino meraih kemenangan perdana di bawah pelatih anyar Ignazio Abate, menaklukkan Fiorentina di kandang lawan.

Liga Italia Serie A kembali menyajikan akhir pekan yang menegangkan. Inter Milan sukses membalikkan keadaan menjadi 3-2 atas Napoli di Giuseppe Meazza, sementara Roma memanfaatkan gol-gol telat untuk merebut puncak klasemen dari Atalanta. Dua laga ini menegaskan bahwa persaingan di papan atas musim ini akan berlangsung sengit hingga akhir.
Napoli tampil meyakinkan dan unggul dua gol lebih dulu melalui Matteo Politano serta Rasmus Hojlund pada babak kedua. Namun, Inter tidak menyerah. Lautaro Martinez memperkecil ketertinggalan, sebelum Marcus Thuram menyamakan kedudukan lewat sundulan. Saat laga tampak akan berakhir imbang, Martinez menjadi pahlawan dengan golnya di menit ke-91 memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui kemenangan ini diraih dengan penuh risiko. Ia menyebut perubahan strategi dengan memasukkan pemain-pemain berkualitas menjadi kunci. "Kami punya pemain yang bisa membuat perbedaan. Keputusan untuk mengambil risiko terbukti tepat," ujarnya. Chivu juga menilai laga seperti ini jarang terjadi di Italia, di mana tim biasanya lebih memilih bertahan saat skor imbang.
Di sisi lain, Roma menunjukkan mentalitas juara. Tertinggal lebih dulu dari Atalanta, mereka menyamakan kedudukan lewat sundulan Mario Hermoso. Alih-alih puas dengan satu poin, Roma terus menekan dan akhirnya memastikan kemenangan 2-1 melalui gol Matias Soule di menit ke-93. Hasil ini membawa Roma ke puncak klasemen, menggeser rival-rivalnya.
Kemenangan dramatis ini menjadi sinyal bahwa Serie A musim ini tidak bisa ditebak. Tim-tim besar seperti Inter dan Roma menunjukkan kemampuan untuk bangkit di situasi sulit. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga-laga seperti ini memberikan hiburan sekaligus pelajaran tentang pentingnya ketenangan dan strategi di menit-menit akhir.
Sementara itu, Torino mencatat kemenangan perdana di bawah pelatih baru Ignazio Abate. Tertinggal lebih dulu akibat blunder kiper Lucas Perri, Torino bangkit melalui gol Rolando Mandragora dan Che Adams. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Torino untuk menjauh dari zona degradasi.
Bagi publik Indonesia yang mengikuti Serie A, hasil-hasil ini menegaskan bahwa liga Italia tetap kompetitif dan penuh kejutan. Dengan persaingan yang ketat di papan atas, setiap pekan akan menyajikan drama yang layak dinantikan. Pertanyaannya, akankah Inter dan Roma mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim?



