Jepang Hancurkan Kanada 57-12: Harada Bintang, Ujian Berikutnya di Pacific Nations Cup
Baca dalam 60 detik
- Jepang membuka laga uji coba dengan kemenangan telak 57-12 atas Kanada, mencatatkan sembilan percobaan berbanding dua.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Brave Blossoms jelang Pacific Nations Cup, sekaligus menguji kedalaman skuad asuhan Eddie Jones.
- Fokus Jepang kini tertuju pada laga perdana melawan Amerika Serikat, yang dipandang sebagai langkah awal untuk merebut kembali dominasi dari Fiji.

Tim nasional rugby Jepang, Brave Blossoms, memulai jeda internasional dengan pesta kemenangan telak 57-12 atas Kanada dalam laga uji coba di Stadion Denka Big Swan, Niigata, Sabtu (6/9). Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi skuad asuhan Eddie Jones bahwa mereka siap bersaing di pentas Pacific Nations Cup yang akan dimulai pekan depan.
Laga tersebut sekaligus menandai kembalinya Jepang ke Niigata setelah 18 tahun absen. Bagi sebagian pemain, ini adalah panggung pembuktian. Ryunosuke Ito, playmaker andalan asal Universitas Meiji, kembali dipercaya mengisi posisi flyhalf untuk keenam kalinya secara beruntun. Sementara itu, pemain sayap kelahiran Fiji, Inoke Burua, menjalani debut internasionalnya bersama Jepang, menambah kedalaman skuad di sektor sayap.
Jepang tampil dominan sejak menit awal. Takato Okabe, pemain barisan depan, membuka keunggulan pada menit kelima. Dua percobaan tambahan dari Ben Gunter dan Yuya Hirose memastikan keunggulan 31-7 saat turun minum. Mamoru Harada, hooker berusia 27 tahun yang musim ini membela Moana Pasifika di Super Rugby Pacific, menjadi bintang dengan dua percobaan, masing-masing di babak pertama dan kedua.
Babak kedua semakin menunjukkan kelas Jepang. Mereka menambah empat percobaan, termasuk satu dari pemain pengganti Takumi Inaba yang juga menjalani debut internasionalnya. Total sembilan percobaan berbanding dua menjadi bukti nyata kesiapan tim menghadapi tantangan yang lebih berat.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga, namun Eddie Jones enggan berpuas diri. Ia menegaskan bahwa fokus tim hanya tertuju pada laga berikutnya melawan Amerika Serikat dalam pembuka Pacific Nations Cup di Stadion Hanazono, Osaka, 12 September mendatang. "Laga berikutnya adalah melawan AS, dan kami akan mulai memikirkannya besok," ujar Jones. "Mereka terus berkembang, jadi kami akan menghadapi mereka terlebih dahulu sebelum memikirkan hal lain."
Bagi Indonesia, perkembangan rugby di Asia Tenggara memang belum sebesar Jepang, namun kebangkitan tim-tim seperti Jepang bisa menjadi inspirasi. Keberhasilan Jepang membangun kompetisi domestik yang kuat, seperti Liga Rugby Jepang, dan memanfaatkan pemain keturunan asing, bisa menjadi pelajaran berharga. Indonesia sendiri tengah berupaya mengembangkan olahraga ini, dan melihat bagaimana Jepang mengelola transisi pemain muda hingga level internasional bisa menjadi referensi.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Jepang mempertahankan performa ini saat menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di Pacific Nations Cup, terutama Fiji yang selama ini mendominasi? Atau justru kemenangan telak ini hanya menjadi pemanasan sebelum ujian sesungguhnya? Semua akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



