Gasperini: Roma Kini Punya Keyakinan dan Opsi Kualitas Lebih Baik
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan dramatis 2-1 atas Atalanta membuat Roma memuncaki klasemen Serie A dengan rekor sempurna.
- Pelatih Gasperini menilai kedalaman skuad anyar menjadi pembeda, meski jumlah pemain lebih sedikit.
- Roma akan menghadapi ujian sesungguhnya di Liga Champions melawan Fenerbahce pekan ini.

Gian Piero Gasperini menilai kemenangan dramatis yang diraih Roma atas Atalanta pada pekan ketiga Serie A bukan sekadar tiga poin. Lebih dari itu, hasil tersebut menjadi bukti bahwa tim asuhannya kini memiliki keyakinan diri yang kuat dan kedalaman skuad yang lebih berkualitas dibanding musim lalu.
Bermain di Stadio Olimpico, Roma sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ederson yang memanfaatkan serangan balik cepat. Sepanjang laga, pasukan Giallorossi mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 66,5 persen dan melepaskan 39 tembakan, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat mereka kesulitan menembus kiper lawan, Marco Carnesecchi, yang tampil luar biasa dengan serangkaian penyelamatan.
Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time. Mario Hermoso menyamakan kedudukan lewat sundulan yang memantul tiang gawang, sebelum Matias Soulé memastikan kemenangan dengan tembakan terarah ke pojok gawang. Kemenangan ini terasa semakin manis karena Roma sempat tertinggal hingga menit ke-89.
"Saat Anda menghadapi tim kuat dan tertinggal dari percobaan pertama mereka setelah babak pertama didominasi penuh, risiko kehabisan energi sangat besar. Namun kami terus menekan hingga akhir. Menang di masa tambahan waktu setelah kebobolan di menit 89 adalah sinyal bahwa skuad benar-benar percaya," ujar Gasperini kepada Sky Sport Italia.
Pelatih asal Italia itu juga menyoroti peran penting para pemain pengganti. Masuknya Balerdi dan Ghilardi di lini belakang berhasil meredam serangan balik Atalanta yang mulai berbahaya. Sementara Soulé dan Molina memberikan kualitas tambahan di lini serang. "Inilah yang kami coba bangun musim panas ini: melengkapi skuad dengan pemain pengganti yang bisa meningkatkan level permainan," tegasnya.
Gasperini juga mengakui bahwa secara kuantitas, skuadnya musim ini lebih ramping dibanding musim lalu. Namun, ia menilai kualitas tim justru meningkat. "Secara angka, kami kehilangan dua atau tiga pemain, tetapi kualitas naik dan hasil malam ini membuktikannya. Saya masih punya De Roon, Koulierakis, dan Rensch di bangku cadangan. Pellegrini cedera. Yang penting kami tidak mengalami cedera lagi karena kami tidak punya jumlah pemain ideal untuk skuad Liga Champions," jelasnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Roma menjelang laga perdana mereka di Liga Champions setelah tujuh tahun absen. Mereka akan menjamu Fenerbahce pada Kamis malam. Pertandingan ini akan menjadi ujian sebenarnya bagi kedalaman skuad dan mentalitas tim asuhan Gasperini, yang harus membuktikan bahwa dominasi di liga domestik bisa diulang di pentas Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa Roma yang impresif ini menarik untuk disimak, terutama dengan kehadiran pemain-pemain muda berbakat seperti Matias Soulé yang bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional. Pertanyaan besarnya, akankah konsistensi ini bertahan saat jadwal padat menghadapi tim-tim besar Eropa mulai berdatangan?



