Amy Hunt Pede Hadapi Siapa pun Usai Podium Kedua di Brussels: 'Saya Sedang Naik'
Baca dalam 60 detik
- Sprinter Inggris Amy Hunt finis kedua dalam 100m di Diamond League Brussels dengan catatan 11,06 detik, mengalahkan Sha'Carri Richardson.
- Hasil ini memperpanjang tren positif Hunt yang sebelumnya meraih empat medali emas di Kejuaraan Eropa, menandakan kebangkitannya di pentas internasional.
- Hunt akan kembali turun di nomor 100m dan 200m pada Ultimate Championships di Budapest, membuka peluang untuk bersaing dengan para pelari top dunia.

Sprinter Inggris Amy Hunt menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi persaingan ketat di level dunia setelah finis kedua dalam nomor 100 meter pada Diamond League Final di Brussels. Pelari berusia 24 tahun itu mencatat waktu 11,06 detik, hanya kalah dari Tina Clayton asal Jamaika yang menjadi juara dengan 10,93 detik. Lebih menarik lagi, Hunt berhasil mengungguli peraih medali perak Olimpiade asal Amerika Serikat, Sha'Carri Richardson, yang harus puas di posisi ketiga dengan 11,07 detik.
Pencapaian ini menjadi penegas kebangkitan Hunt di penghujung musim. Sebelumnya, ia tampil gemilang dengan memborong empat medali emas di Kejuaraan Eropa di Birmingham bulan lalu. "Saya berusia 24 tahun dan sedang menanjak. Saya tidak takut pada siapa pun," ujar Hunt, seperti dikutip BBC Sport. "Saya sangat menghormati mereka semua, mereka adalah ikon, tetapi saya menikmati tantangan untuk berlomba langsung melawan mereka."
Bagi Hunt, persaingan ketat justru membangkitkan kenangan masa kecilnya. "Ini mengingatkan saya pada masa muda ketika balapan melawan anak laki-laki di halaman sekolah," tambahnya. Sikap percaya diri ini menjadi modal berharga menjelang ajang Ultimate Championships yang akan digelar di Budapest mulai 11 September mendatang. Hunt berencana tampil di nomor 100m dan 200m, sebuah ambisi ganda yang jarang dilakukan pelari lain.
Di sisi lain, rekan senegaranya, Georgia Hunter Bell, harus puas menempati posisi keempat dalam nomor 1500m. Padahal, ia diunggulkan sebelum balapan. Hunter Bell yang telah mengoleksi tiga gelar internasional tahun iniโtermasuk juara dunia indoor 1500m, Commonwealth Games 800m, dan Eropa 1500mโmengakui kelelahan akibat musim yang panjang. "Saya sudah menjalani tiga kejuaraan, jadi tubuh saya mulai terasa," katanya. "Saya sedikit kesulitan, bahkan secara mental untuk membangkitkan adrenalin setiap pekan."
Sementara itu, nomor 800m putri menyajikan duel sengit antara Audrey Werro dari Swiss dan Femke Broeders-Bol dari Belanda. Dengan absennya juara Olimpiade Keely Hodgkinson karena cedera, Werro berhasil mempertahankan keunggulan tipis 0,06 detik dan finis dengan waktu 1:54.75. Werro sendiri mencatatkan diri sebagai pelari dengan waktu tercepat ketiga, keempat, dan kelima sepanjang sejarah untuk nomor 800m tahun ini.
Di nomor lain, Alison dos Santos dari Brasil dan Masai Russell dari Amerika Serikat kembali memenangkan perlombaan masing-masing di nomor 400m gawang dan 100m gawang, meski tidak mampu memperbaiki rekor dunia yang mereka cetak pekan lalu di Zurich.
Bagi pengamat atletik Indonesia, performa Hunt menjadi sinyal bahwa regenerasi sprinter dunia berjalan cepat. Kehadiran nama-nama baru seperti Clayton dan Werro menunjukkan bahwa dominasi negara-negara tradisional mulai tertantang. Meski Indonesia belum memiliki wakil di level ini, perkembangan tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan atletik nasional, khususnya dalam hal mental bertanding dan manajemen musim kompetisi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah Hunt mempertahankan tren positifnya di Budapest? Dengan kepercayaan diri yang tinggi dan dukungan hasil konsisten, ia berpeluang menjadi salah satu bintang baru yang siap mengguncang panggung dunia. Namun, persaingan di nomor sprint selalu ketat, dan konsistensi menjadi kunci utama.



