Roma Bangkit Dramatis Lawan Atalanta: Soulé dan Hermoso Yakin Bisa Lebih Baik Musim Ini
Baca dalam 60 detik
- Roma membalikkan ketertinggalan dari Atalanta lewat gol telat Hermoso dan Soulé, menjaga rekor sempurna di Serie A.
- Kemenangan ini menegaskan ambisi Roma untuk bersaing di papan atas, meski para pemain enggan bicara Scudetto terlalu dini.
- Dengan tiga kemenangan beruntun, Roma sejajar dengan Inter dan siap menjadi penantang serius di musim 2024/25.

AS Roma menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan saat menjamu Atalanta di Stadio Olimpico, Minggu (25/8) malam WIB. Tertinggal lebih dulu, tim asuhan Daniele De Rossi akhirnya menang 2-1 lewat dua gol di masa injury time, sekaligus mempertahankan rekor sempurna di awal musim Serie A.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Ia menjadi pernyataan bahwa Roma musim ini tidak akan mudah menyerah, bahkan ketika keadaan tampak tidak berpihak. Gol Ederson pada babak pertama sempat membuat Atalanta unggul, tetapi Roma mendominasi sepanjang laga dan akhirnya menuai hasil di menit-menit akhir.
Statistik membuktikan dominasi itu: Roma menguasai bola 66,5 persen, melepaskan 39 tembakan dengan 10 tepat sasaran, sementara Atalanta hanya enam percobaan dan dua on target. Kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan, dan Santiago Castro dua kali membentur tiang gawang. Namun, pada akhirnya, tekanan berulang Roma memecah kebuntuan lewat sundulan Mario Hermoso memanfaatkan sepakan pojok, sebelum Matias Soulé menuntaskan comeback dengan tembakan mendatar ke pojok gawang.
Bagi Hermoso, bek asal Spanyol yang baru bergabung musim ini, golnya menjadi momen yang membangkitkan keyakinan tim. “Kami bermain baik dan punya peluang sejak awal. Tim percaya sampai akhir, dan itu yang kami inginkan. Kami ingin menang, ini laga kandang dan suporter memberi kami kekuatan,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. Ia menambahkan bahwa gol penyama kedudukan memberinya kesadaran bahwa kemenangan bisa diraih.
Soulé, yang masuk sebagai pemain pengganti, juga menegaskan semangat kolektif tim. “Saya berusaha memberikan segalanya, baik dimainkan sejak awal atau tidak. Kami sangat kompak dan siap berkontribusi. Kami mendominasi dari awal hingga akhir dan akhirnya mendapat poin yang pantas,” kata pemain asal Argentina itu.
Kemenangan ini memunculkan pertanyaan apakah Roma akan menjadi pesaing serius bagi Inter Milan dalam perburuan Scudetto. Kedua tim sama-sama meraih tiga kemenangan beruntun. Namun, Soulé memilih rendah hati. “Saya tidak tahu, masih terlalu dini bicara gelar. Musim lalu kami lolos ke Liga Champions dan ingin melakukan yang lebih baik musim ini. Tim ini tidak pernah menyerah,” ujarnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, start sempurna Roma ini menjadi sinyal bahwa De Rossi berhasil membangun tim yang tangguh secara mental. Namun, perjalanan masih panjang. Roma akan menghadapi ujian sesungguhnya saat bertemu tim-tim besar lainnya, termasuk Juventus dan AC Milan. Apakah Roma mampu mempertahankan konsistensi ini? Jika ya, bukan tidak mungkin mereka akan terlibat dalam persaingan gelar yang ketat hingga akhir musim.



