D'Amico Buka Suara: Roma Tolak Tawaran Chelsea demi Pertahankan Koné
Baca dalam 60 detik
- Roma menolak tawaran besar Chelsea di hari penutupan bursa transfer untuk mempertahankan gelandang Prancis, Manu Koné.
- Direktur olahraga Roma, Tony D'Amico, menegaskan Koné adalah pemain kunci dan yakin ia akan berkontribusi sepanjang musim.
- Keputusan ini mengirim sinyal ambisi Roma untuk bersaing di level tertinggi, baik di Serie A maupun Liga Champions.

AS Roma menegaskan komitmennya untuk tidak melepas pemain kunci di menit-menit akhir bursa transfer, dengan menolak pendekatan besar dari Chelsea untuk merekrut gelandang internasional Prancis, Manu Koné. Direktur olahraga Roma, Tony D'Amico, menyatakan kebahagiaannya karena pemain berusia 23 tahun itu tetap bertahan di Stadio Olimpico, sebuah keputusan yang diambil di tengah tekanan waktu dan tawaran menggiurkan dari klub Premier League.
Keputusan Roma ini muncul setelah start sempurna mereka di Serie A musim ini, dengan dua kemenangan telak 4-0 atas Fiorentina dan Lecce. Namun, di balik performa impresif tersebut, ada dinamika bursa transfer yang menegangkan. Chelsea, yang dikenal agresif di pasar transfer, mengajukan tawaran besar untuk Koné pada hari penutupan jendela transfer. Namun, pelatih Gian Piero Gasperini dikabarkan memveto penjualan tersebut, sebuah langkah yang menunjukkan prioritas tim untuk mempertahankan kekuatan skuad.
D'Amico, dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, menjelaskan bahwa sejak awal mereka sudah mengantisipasi kesulitan melepas pemain penting di akhir bursa. “Sebelum pertandingan melawan Fiorentina, saya sudah mengatakan akan sulit bagi kami untuk melepaskan pemain penting di akhir bursa transfer, dan itu terbukti benar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Koné adalah pemain penting dan mereka yakin ia akan memberikan kontribusi besar sepanjang musim. Pernyataan ini menegaskan bahwa Roma tidak hanya mempertahankan aset, tetapi juga membangun fondasi untuk bersaing di kompetisi Eropa.
Selain soal Koné, D'Amico juga membahas rencana taktis untuk pemain muda Rodrigo Mora, yang diharapkan bisa mengisi peran sebagai pemain sayap. “Rodrigo Mora bisa mengambil peran itu seiring waktu. Kami yakin dengan kerja keras, dia akan mampu bermain di sisi lapangan,” kata D'Amico. Ini menunjukkan bahwa Roma tidak hanya bergantung pada pemain bintang, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan pemain muda. Sementara itu, pemain akademi Emanuele Lulli kembali dipercaya mengisi posisi bek kanan, menggantikan rekrutan baru Nahuel Molina. D'Amico memuji ketenangan Lulli yang luar biasa di atmosfer penuh tekanan, sebuah bukti bahwa pelatih tidak memandang usia, melainkan kondisi terbaik pemain.
Keputusan Roma untuk mempertahankan Koné juga berdampak pada persiapan mereka menghadapi Liga Champions. Mereka akan memulai fase grup melawan Fenerbahce pada Kamis, dan kehadiran Koné di lini tengah diharapkan menjadi kunci. Meski gagal mendatangkan pemain sayap yang diinginkan Gasperini, Roma tampak percaya diri dengan opsi yang ada. D'Amico juga mengonfirmasi bahwa Paulo Dybala dan Evan Ndicka, yang sempat diragukan karena masalah otot, telah pulih dan siap tampil melawan Atalanta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Roma ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Eropa berani mempertahankan pemain kunci demi stabilitas jangka panjang, meski menghadapi godaan finansial besar. Ini berbeda dengan kecenderungan beberapa klub yang mudah melepas pemain saat tawaran tinggi datang. Sikap Roma bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kehilangan pemain terbaiknya ke luar negeri. Dengan mempertahankan Koné, Roma mengirim sinyal bahwa ambisi olahraga tidak selalu harus tunduk pada kepentingan finansial jangka pendek.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah keputusan ini akan membuahkan hasil di lapangan. Roma harus membuktikan bahwa mempertahankan Koné adalah langkah yang tepat, baik di Serie A maupun di pentas Eropa. Jika Koné tampil konsisten dan membawa Roma meraih hasil positif, maka keputusan ini akan dianggap sebagai kemenangan strategis. Namun, jika performa tim justru menurun, kritik akan muncul. Satu hal yang pasti, Roma telah menunjukkan bahwa mereka serius membangun tim yang kompetitif, dan para penggemar tentu menantikan aksi mereka di musim ini.



