Osaka Lolos ke 16 Besar US Open: Gaya Unik, Mental Baja, dan Perjalanan yang Berliku
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka menaklukkan Elise Mertens dalam tiga set dramatis di US Open, menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa.
- Penampilan Osaka di turnamen ini tidak hanya soal tenis, tetapi juga pernyataan gaya yang memadukan estetika bisnis dan sporty.
- Kemenangan ini membuka peluang bagi Osaka untuk kembali bersaing di panggung grand slam, sekaligus menjadi sorotan bagi penggemar tenis Indonesia.

NEW YORK โ Naomi Osaka membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar ikon mode di lapangan tenis. Pada Sabtu (5/9) waktu setempat, petenis Jepang berperingkat 13 itu melewati ujian berat melawan unggulan 23 asal Belgia, Elise Mertens, dengan skor 6-3, 3-6, 7-5 di babak ketiga US Open. Kemenangan ini mengantarkannya ke babak 16 besar, sekaligus menegaskan bahwa juara dua kali Flushing Meadows itu masih menjadi ancaman serius di turnamen Grand Slam.
Pertandingan yang berlangsung di Louis Armstrong Stadium itu berjalan alot dan penuh drama. Osaka sempat tampil dominan di set pertama dengan meraih keunggulan 4-1 berkat servis-servis kerasnya. Namun, Mertens yang dikenal sebagai petenis tangguh di lapangan keras tidak menyerah begitu saja. Ia bangkit di set kedua dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan Osaka, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu.
Di set ketiga, tensi pertandingan meningkat. Osaka tampak frustrasi dan sempat melempar raketnya ke lantai, sebuah perilaku yang kemudian ia sesali. Ia bahkan mengakui bahwa permainannya tidak dalam performa terbaik. Namun, momen krusial terjadi ketika ia menjalani medical timeout. Setelah itu, Osaka mampu mengumpulkan kembali fokusnya dan menunjukkan determinasi luar biasa. Ia berhasil merebut break di akhir set, kemudian menutup pertandingan dengan forehand yang mematikan.
Di luar lapangan, Osaka kembali mencuri perhatian dengan gaya busananya. Untuk laga kali ini, ia tampil memadukan blazer kotak-kotak abu-abu dengan hoodie dan celana wide-leg, sebuah perpaduan yang ia sebut sebagai "boardroom chic"โgaya yang menggabungkan estetika ruang rapat dan ruang ganti. Penampilannya ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, menunjukkan bahwa Osaka tidak hanya bersinar dalam permainan, tetapi juga dalam hal fashion.
"Sejujurnya, saya tidak percaya bisa memenangkan pertandingan ini," ujar Osaka dalam wawancara di lapangan. "Ada satu titik di mana saya menaruh hati saya di lapangan dan terus berusaha di setiap poin. Terima kasih banyak, tapi sejujurnya saya terkejut bisa menang. Saya tidak berbohong."
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Osaka yang sedang dalam proses bangkit setelah mengalami pasang surut performa dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai salah satu petenis dengan pengaruh global terbesar, perjalanan Osaka di US Open ini juga menarik perhatian penggemar tenis di Indonesia. Banyak yang menantikan apakah ia mampu kembali merebut gelar Grand Slam, yang terakhir ia raih di Australian Open 2021.
Namun, tantangan Osaka belum berakhir. Di babak 16 besar, ia berpotensi bertemu dengan Elena Rybakina, juara Wimbledon 2022, yang memiliki servis kuat dan permainan agresif. Jika itu terjadi, laga tersebut diprediksi akan menjadi salah satu pertandingan paling menarik di turnamen ini. Bisakah Osaka mempertahankan konsistensinya dan melaju lebih jauh? Atau justru gaya bermain Rybakina akan menjadi batu sandungan? Jawabannya akan segera terungkap dalam beberapa hari ke depan.



