Zheng Qinwen Bangkit dari Match Point, Taklukkan Madison Keys di US Open
Baca dalam 60 detik
- Juara Olimpiade Zheng Qinwen memenangi laga dramatis melawan unggulan 22 Madison Keys setelah nyaris kalah di set penentuan.
- Kemenangan ini mengantarnya ke babak keempat US Open, menjadikannya petenis kualifikasi pertama yang melaju sejauh ini sejak Emma Raducanu pada 2021.
- Perjalanan Zheng penuh liku setelah operasi siku dan penurunan peringkat, namun kini ia menunjukkan kebangkitan performa di New York.

Zheng Qinwen, peraih medali emas Olimpiade Paris, mencatatkan salah satu comeback paling dramatis di US Open 2026. Tertinggal 0-5 dan menghadapi match point di set ketiga, petenis China berusia 23 tahun itu memenangkan tujuh game beruntun untuk mengalahkan Madison Keys, unggulan ke-22, dengan skor 1-6, 7-6 (7-3), 7-5 di babak ketiga, Selasa (26/8) waktu setempat.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Arthur Ashe ini menjadi ujian mental terbesar bagi Zheng sejak ia menjalani operasi siku pada Juli 2025. Cedera kronis akibat fragmen tulang yang mengambang di siku memaksanya absen panjang dan membuat peringkatnya merosot hingga ke posisi 160 dunia. Ia bahkan harus melewati babak kualifikasi untuk bisa tampil di turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya dalam empat tahun.
Kemenangan ini bukan sekadar statistik. Zheng menjadi petenis kualifikasi pertama yang menembus babak keempat US Open sejak Emma Raducanu pada 2021โyang kemudian menjadi juara. Namun, perjalanan Zheng tidak semulus itu. Ia mengaku sempat menangis setelah memastikan diri lolos ke babak utama, merasa perjuangannya terlalu berat hanya untuk bisa memulai dari titik yang sama dengan petenis lain.
โAkhirnya, sedikit keberuntungan berpihak padaku,โ ujar Zheng usai pertandingan. โSaya terus mengatakan pada diri sendiri untuk tidak pernah menyerah. Sedikit demi sedikit, itu terjadi.โ Pernyataan ini mencerminkan perjuangan panjangnya setelah kekalahan di babak pertama Prancis Terbuka tiga bulan lalu, turnamen Grand Slam pertamanya pasca-operasi.
Konteks Indonesia: Kisah Zheng relevan bagi penggemar tenis Tanah Air yang sering menyaksikan petenis Asia berjuang melawan cedera dan tekanan. Kebangkitan Zheng menunjukkan bahwa pemulihan dari cedera berat membutuhkan kesabaran ekstra, sebuah pelajaran yang juga berlaku bagi atlet-atlet Indonesia yang sedang dalam masa rehabilitasi. Selain itu, prestasi Zheng memperkuat posisi tenis Asia di panggung global, yang bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia untuk menembus level tertinggi.
Perjalanan Zheng di New York sejauh ini menunjukkan kebangkitannya. Dari enam pertandingan yang dijalaninya, empat di antaranya harus diselesaikan dalam tiga set. Ini menandakan bahwa ia belum sepenuhnya pulih secara fisik, tetapi mentalitasnya semakin kokoh. โSetelah kembali dari cedera, saya merasa kehilangan energi dan lupa cara bertanding,โ aku Zheng. Namun, penampilannya melawan Keys membuktikan bahwa ia telah menemukan kembali insting juaranya.
Momen krusial terjadi saat Zheng menghadapi tekanan di 4-5, 0-15 di set ketiga. Ia harus menghentikan gerakan servisnya karena tangisan bayi di tribun penonton. Dengan tenang, ia tersenyum dan melanjutkan permainan, memenangkan empat poin berikutnya untuk menyamakan kedudukan. โJika itu orang dewasa, mungkin saya akan menatapnya dengan tajam atau berbicara, tapi ini bayi. Saya tidak bisa berbuat apa-apa,โ candanya. Kejadian ini justru menjadi titik balik yang meredakan ketegangan dan mengubah momentum pertandingan.
Bagi Zheng, kemenangan ini lebih dari sekadar tiket ke babak keempat. Ini adalah pembuktian bahwa ia bisa bersaing di level tertinggi setelah melalui masa-masa sulit. Kini, ia akan menghadapi lawan yang belum diketahui, tetapi dengan kepercayaan diri yang baru ditemukan. Pertanyaannya, mampukah Zheng mempertahankan performa ini dan melaju lebih jauh, atau akankah kisah dramatisnya berakhir di babak berikutnya? Publik tenis dunia, termasuk Indonesia, akan menyaksikan dengan antusias.



