Gelora China di US Open: Zheng Qinwen Bangkit dari Kubangan Cedera, Asa Amerika Meredup
Baca dalam 60 detik
- Petenis China, Zheng Qinwen, sukses membalikkan keadaan saat tertinggal 0-5 di set penentuan untuk menyingkirkan Madison Keys pada babak ketiga US Open.
- Kekalahan Madison Keys dan Amanda Anisimova memupus harapan tuan rumah, sekaligus menegaskan dominasi petenis China di turnamen Grand Slam tahun ini.
- Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan Zheng setelah bergelut dengan cedera siku yang sempat membuatnya terlempar dari persaingan elite tenis dunia.

NEW YORK โ Asa petenis tuan rumah kembali menuai pahit di US Open. Dua unggulan Amerika, Madison Keys dan Amanda Anisimova, harus mengakui keunggulan lawan pada babak ketiga, Sabtu (5/9) waktu setempat. Namun di balik kekecewaan publik, ada kisah heroik Zheng Qinwen, petenis China yang tampil dari babak kualifikasi dan sukses menembus babak 16 besar setelah menaklukkan Keys lewat pertarungan tiga set yang menegangkan.
Zheng, yang pernah meraih medali emas Olimpiade, tampil luar biasa dengan membalikkan keadaan ketika tertinggal 0-5 di set penentuan. Ia menang dengan skor 1-6, 7-6(3), 7-5 di Grandstand. Petenis berusia 23 tahun itu langsung ambruk di lapangan, meluapkan emosi setelah melalui masa sulit akibat cedera siku kanan yang berkepanjangan. Cedera tersebut sempat membuatnya terpuruk dan harus melewati babak kualifikasi untuk bisa tampil di Flushing Meadows tahun ini.
โAkhirnya keberuntungan sedikit berpihak pada saya,โ ujar Zheng usai pertandingan, seperti dikutip Reuters. Kemenangan ini menjadi penegasan bahwa ia perlahan kembali ke performa terbaiknya. Dua tahun lalu, Zheng mencapai perempat final US Open dua kali berturut-turut, namun cedera membuat kariernya mandek. Kini, dengan kepercayaan diri yang pulih, ia menjadi ancaman serius bagi para unggulan.
Sementara itu, Amanda Anisimova, finalis tahun lalu yang kini berstatus unggulan ke-10, kembali gagal menunjukkan taji di turnamen Grand Slam. Ia ditaklukkan Anastasia Potapova dengan skor 6-2, 7-5. Potapova, unggulan ke-24 asal Austria, tampil solid dengan menyelamatkan 13 dari 16 break point yang dihadapinya. Ini merupakan pencapaian terbaik Potapova di US Open, sekaligus menjadi bukti bahwa ia layak diperhitungkan di panggung besar.
Kekalahan Keys dan Anisimova menjadi pukulan telak bagi harapan Amerika Serikat untuk meraih gelar tunggal putri. Namun, masih ada Coco Gauff, juara 2023, yang dijadwalkan tampil melawan Cristina Bucsa dari Spanyol. Gauff diharapkan mampu membangkitkan semangat publik tuan rumah. Selain itu, Taylor Fritz, unggulan kesembilan, juga akan berjuang melawan Francisco Cerundolo dari Argentina.
Di sisi lain, sorotan juga tertuju pada Alexandra Eala, petenis Filipina yang tengah naik daun. Ia akan menghadapi Iva Jovic dari Amerika pada laga pembuka sesi malam di Arthur Ashe Stadium. Ini menjadi penampilan perdana Eala di lapangan utama tersebut. Popularitasnya melonjak berkat dukungan diaspora Filipina di Amerika Utara. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena akan menguji loyalitas penonton tuan rumah.
Pada sektor putra, unggulan teratas Alexander Zverev kembali harus melalui pertarungan lima set untuk kedua kalinya secara beruntun. Petenis Jerman itu akan berhadapan dengan Alejandro Tabilo dari Chile. Zverev sendiri sempat mengeluhkan performanya yang belum konsisten. โSaya menang dengan cara yang buruk saat ini,โ ujarnya kepada awak media setelah pertandingan larut malam melawan Quentin Halys. Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa ia belum tampil dalam performa terbaiknya.
Sementara itu, Naomi Osaka, unggulan ke-13 asal Jepang, akan berjumpa lawan lamanya, Elise Mertens dari Belgia. Ini menjadi pertemuan kesepuluh mereka, dengan Osaka unggul 6-3 dalam rekor head-to-head. Menariknya, Mertens menjadi lawan yang paling sering dihadapi Osaka sepanjang kariernya. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Louis Armstrong Stadium. Sementara itu, petenis muda Amerika, Learner Tien, yang menjadi unggulan ke-14, akan menantang Jakub Mensik dari Ceko.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kegagalan petenis Amerika dan kebangkitan Zheng Qinwen menjadi tontonan menarik. Zheng, yang memiliki basis penggemar besar di Asia, termasuk Indonesia, membuktikan bahwa kerja keras dan ketahanan mental mampu mengatasi segala rintangan. Kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang bercita-cita menembus panggung dunia. Pertanyaannya, akankah ada petenis Asia Tenggara yang mampu menyusul jejak Zheng dan Eala? Jawabannya mungkin akan terungkap dalam beberapa tahun ke depan.



