All Blacks Kehilangan Kapten Ardie Savea Jelang Uji Coba Pamungkas Lawan Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Kapten Selandia Baru, Ardie Savea, dipastikan absen pada laga keempat melawan Afrika Selatan di Baltimore akibat cedera bahu.
- Cedera Savea terjadi saat All Blacks menelan kekalahan 24-29 dari Springboks di Johannesburg, membuat skor seri menjadi 2-1 untuk Afrika Selatan.
- Dengan absennya pemain kunci, peluang All Blacks untuk menyamakan kedudukan dalam seri ini menjadi semakin berat.

Kapten tim nasional Selandia Baru, Ardie Savea, dipastikan tidak akan tampil pada uji coba terakhir melawan Afrika Selatan akhir pekan depan. Cedera bahu yang dialaminya saat All Blacks tumbang 24-29 dari Springboks di Johannesburg pada Sabtu (5/9) memaksanya menepi dari lapangan.
Savea, yang genap berusia 32 tahun, terpaksa ditarik keluar sembilan menit sebelum turun minum. Sebelum cedera, ia sempat mencetak dua percobaan yang membuat timnya sempat unggul. Namun, kehilangan pemain berkarisma ini menjadi titik balik yang menguntungkan tuan rumah, yang kemudian mendominasi jalannya pertandingan dan memastikan kemenangan.
Pelatih Dave Rennie, dalam konferensi pers usai laga, mengonfirmasi bahwa Savea tidak akan ikut serta dalam perjalanan tim ke Amerika Serikat. โKami akan memutuskan langkah selanjutnya dalam beberapa jam ke depan,โ ujarnya. Laga keempat yang akan menentukan juara seri ini dijadwalkan berlangsung di Baltimore, Sabtu pekan depan.
Selain Savea, pusat Quinn Tupaea juga mengalami cedera lutut dan diragukan tampil. Rennie mengaku belum mengetahui tingkat keparahan cedera tersebut. โSaya tidak yakin seberapa parah dan apakah itu akan memengaruhi keberangkatan mereka ke Amerika atau tidak,โ tambahnya. Kedua tim dijadwalkan berangkat ke AS pada Minggu pagi dengan menumpang satu pesawat sewaan bersama.
Kekalahan ini membuat All Blacks tertinggal 1-2 dalam seri empat pertandingan. Padahal, mereka sempat memimpin setelah kemenangan pada laga pertama dua pekan lalu. Kini, laga di Baltimore menjadi penentu apakah mereka mampu menyamakan kedudukan atau justru menyerahkan gelar juara seri kepada juara dunia bertahan.
Rennie mengakui keunggulan lawan, tetapi menilai perbedaan kualitas kedua tim tidaklah besar. โMereka juara dunia karena suatu alasan. Sangat kuat di lini depan dan bermain apik malam ini,โ katanya. โKami mungkin membuat beberapa kesalahan yang memberi mereka peluang. Namun, bukan berarti ada jurang pemisah antara kedua tim; ini sangat ketat. Saya rasa tidak banyak yang membedakan kami.โ
Bagi pengamat rugbi di Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan betapa tipisnya margin antara tim papan atas dunia. Meski rugbi belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, prestasi tim nasional Indonesia yang terus meningkat di kancah Asia membuat dinamika internasional semacam ini relevan untuk dicermati, terutama dalam hal manajemen cedera dan kedalaman skuad.
Pertanyaan besarnya kini: dapatkah Selandia Baru bangkit tanpa pemimpin mereka di laga pamungkas? Atau justru Afrika Selatan akan menegaskan dominasinya sebagai juara dunia? Jawabannya akan menentukan arah persaingan kedua raksasa rugbi ini menuju Piala Dunia berikutnya.



