Coco Gauff Melaju ke Babak Keempat US Open: Konsistensi di Tengah Kritik Servis
Baca dalam 60 detik
- Unggulan keempat asal Amerika itu menaklukkan Cristina Bucsa 6-3, 6-4 untuk mengamankan tiket ke pekan kedua US Open untuk kelima kalinya beruntun.
- Meski servisnya kerap diragukan, Gauff mengandalkan pertahanan solid dan pukulan backhand mematikan untuk mengontrol jalannya pertandingan.
- Kemenangan ini memperpanjang tren positifnya di New York dan menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat kuat juara tahun ini.

NEW YORK โ Coco Gauff kembali membuktikan ketangguhannya di ajang Grand Slam dengan melaju ke babak keempat US Open untuk tahun kelima berturut-turut. Pada Sabtu (5/9) waktu setempat, unggulan keempat itu menundukkan wakil Spanyol, Cristina Bucsa, dengan skor 6-3, 6-4 di lapangan keras Flushing Meadows.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Gauff, yang tahun lalu meraih gelar Grand Slam pertamanya di sini, menunjukkan bahwa ia mampu tampil konsisten di tengah sorotan tajam terhadap kelemahan servisnya. Ia memang beberapa kali kehilangan servis, tetapi ketenangannya di hadapan pendukung sendiri menjadi pembeda.
Dari sisi statistik, Gauff melepaskan 15 winner dan hanya melakukan sejumlah kesalahan sendiri yang minim. Namun yang lebih menarik adalah bagaimana ia beradaptasi. Pada set pertama, ia mengakui permainannya lebih bertahan. "Hari ini sebenarnya lebih banyak bertahan di set pertama," ujar petenis berusia 22 tahun itu. "Begitu saya menemukan ritme, saya bisa bermain lebih agresif."
Pertandingan berjalan dinamis. Gauff kehilangan servis di game ketiga, tetapi segera bangkit dengan serangkaian pukulan backhand dalam yang akurat. Ia bahkan memenangi reli 21 pukulan untuk mematahkan servis Bucsa di game kedelapan. "Begitu saya tertinggal, saya berkata pada diri sendiri untuk mempercepat pukulan," tambahnya.
Pada set kedua, Gauff tampil lebih solid dari baseline. Ia tidak memberi kesempatan Bucsa untuk mengambil alih momentum. Break krusial terjadi di game kesembilan lewat winner backhand yang spektakuler. Dengan percaya diri, ia menuntaskan pertandingan lewat sentuhan halus di depan net.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Gauff bukan hanya petenis dengan potensi besar, tetapi juga pejuang yang tahu cara memenangi pertandingan meski tidak dalam performa terbaik. "Saya senang dengan cara saya berjuang, bahkan ketika saya tidak bermain terbaik," katanya.
Bagi pecinta tenis di Indonesia, performa Gauff menjadi tontonan yang menarik. Ia adalah salah satu dari sedikit petenis muda yang mampu bersaing di level tertinggi dengan konsistensi luar biasa. Di tengah dominasi petenis Eropa dan Asia, kehadiran Gauff memberi warna tersendiri di sektor putri.
Langkah Gauff selanjutnya akan diuji oleh pemenang antara Iva Jovic, rekan senegaranya yang masih berusia 17 tahun, atau Alexandra Eala dari Filipina. Keduanya sama-sama petenis muda yang sedang naik daun. Jika bertemu Eala, ini akan menjadi duel yang menarik karena Eala pernah menjuarai US Open junior 2022 dan kini mulai bersinar di level profesional.
Dengan performa yang semakin matang, Gauff berpeluang besar melaju jauh. Namun, tantangan sesungguhnya akan datang jika ia berhadapan dengan unggulan-unggulan top seperti Iga Swiatek atau Aryna Sabalenka. Bisakah ia mempertahankan konsistensinya dan merebut gelar kedua di New York? Pekan kedua US Open akan menjadi jawabannya.



