Janice Tjen Melaju Perkasa di Ganda US Open, Kemenangan 6-1 6-1 Jadi Jawaban atas Kegagalan Tunggal
Baca dalam 60 detik
- Pasangan Indonesia-Kanada, Janice Tjen dan Leylah Fernandez, hanya kehilangan dua gim saat menundukkan Isabelle Haverlag/Nina Radisic pada laga perdana ganda putri US Open.
- Dominasi servis menjadi kunci kemenangan telak ini, dengan persentase poin servis mencapai 90,3 persen dan tanpa satu pun double fault.
- Hasil ini menjadi penebus kekecewaan Janice yang tersingkir di babak pertama tunggal, sekaligus modal berharga menghadapi lawan yang lebih berat di babak berikutnya.

Petenis Indonesia Janice Tjen kembali menunjukkan taringnya di panggung grand slam. Berpasangan dengan Leylah Fernandez dari Kanada, ia melibas Isabelle Haverlag (Belanda) dan Nina Radisic (Slovenia) dengan skor telak 6-1, 6-1 pada babak pertama ganda putri US Open 2026 di New York, Kamis (28/8) waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar langkah awal yang mulus, melainkan sebuah pernyataan bahwa ambisi Janice di Flushing Meadows belum berakhir meski ia harus angkat koper lebih cepat di sektor tunggal.
Jalannya pertandingan sesungguhnya tidak menyisakan banyak drama. Sempat terjadi adu ketat di dua gim pembuka yang berakhir imbang 1-1, namun setelah itu kendali permainan sepenuhnya berpindah ke tangan unggulan Indonesia-Kanada. Mereka berturut-turut merebut lima gim untuk menutup set pertama, lalu mengulang pola serupa di set kedua dengan mematahkan servis lawan sejak awal. Haverlag/Radisic hanya mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 sebelum akhirnya empat gim beruntun milik Janice/Leylah memastikan kemenangan dalam tempo kurang dari satu jam.
Kemenangan ini menjadi penawar pahit bagi Janice yang sebelumnya harus mengakui keunggulan unggulan kelima asal Rusia, Mirra Andreeva, dengan skor 2-6, 2-6 di babak pertama tunggal. Fokusnya kini sepenuhnya tertuju pada nomor ganda, sebuah keputusan yang mulai membuahkan hasil. Statistik pertandingan menunjukkan superioritas mutlak: mereka memenangi 53 dari 74 total poin (71,6 persen), sementara lawan hanya mengumpulkan 21 poin. Dari sektor servis, dominasi bahkan lebih mencolokโJanice/Leylah memenangi 28 dari 31 poin servis (90,3 persen) dan mencatatkan dua ace tanpa satu pun double fault. Sebaliknya, pasangan lawan justru kerap melakukan kesalahan sendiri dengan lima double fault dan hanya memenangi 18 dari 43 poin servis.
Ketangguhan mereka juga terlihat dalam pengembalian servis. Dari 26 poin servis pertama lawan, Janice/Leylah mampu memenangi 13 di antaranya, dan mereka mengambil 12 dari 17 poin pada servis kedua. Total delapan peluang break point didapat, lima di antaranya berhasil dikonversi. Sementara itu, Haverlag/Radisic tidak pernah sekalipun mendapatkan kesempatan untuk mematahkan servis lawan. Angka-angka ini menegaskan bahwa kemenangan tersebut diraih dengan cara yang sangat meyakinkan, bukan sekadar keberuntungan.
Bagi pecinta tenis Indonesia, performa Janice Tjen di ajang sebesar US Open adalah angin segar. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan di turnamen ini setelah kegagalan di tunggal. Langkahnya bersama Fernandez, yang merupakan mantan finalis tunggal putri US Open 2021, membuka peluang untuk melangkah jauh. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai di babak kedua. Lawan yang akan dihadapi tentu tidak semudah Haverlag/Radisic, dan konsistensi servis yang ditunjukkan hari ini akan menjadi modal utama.
Pertanyaannya, dapatkah Janice mempertahankan performa setinggi ini di tengah padatnya jadwal grand slam? Kemampuan fisik dan mentalnya akan diuji, terlebih ia harus membagi fokus antara tunggal dan ganda. Namun, dengan kepercayaan diri yang tengah membuncah setelah kemenangan telak ini, bukan tidak mungkin ia akan mencatatkan sejarah baru bagi tenis Indonesia di US Open. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya di New York.



