Madison Keys Bangkit dari Bayang-Bayang Kegagalan, Taklukkan Korneeva di Babak Pertama AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Serikat, Madison Keys, sukses melewati rintangan pertama US Open 2025 dengan kemenangan dua set langsung atas Alina Korneeva.
- Kemenangan ini menjadi penebusan atas kekalahan mengecewakan di babak pertama tahun lalu, sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan pada persentase servis pertamanya.
- Langkah Keys berikutnya adalah menghadapi pemenang antara Lucie Havlickova atau Anna Bondar, dengan kepercayaan diri yang mulai pulih.

NEW YORK โ Madison Keys akhirnya bernapas lega. Petenis tuan rumah itu berhasil menaklukkan Alina Korneeva asal Rusia dengan skor 7-5, 6-4 pada babak pertama turnamen Grand Slam AS Terbuka, Selasa (1/9) waktu setempat. Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke putaran kedua, melainkan sebuah pembebasan psikologis setelah kegagalan pahit di tahun sebelumnya.
Setahun lalu, Keys yang baru saja mengangkat trofi Australian Open 2025 harus tersingkir lebih awal di Flushing Meadows. Tekanan mental yang luar biasa membuat permainannya hancur. Namun, di musim ini, ia datang dengan kesiapan yang berbeda. Statistik menunjukkan peningkatan tajam pada servis pertamanya, dari 48 persen di set pertama menjadi hampir 70 persen di set kedua. Angka ini menjadi bukti bahwa Keys mampu mengelola emosinya di tengah sorotan publik yang membelanya.
Pertandingan di Arthur Ashe Stadium tidak berjalan mulus bagi unggulan ke-24 tersebut. Ia sempat unggul tiga game awal, tetapi Korneeva, yang masih berusia muda, mampu membalas dengan memanfaatkan kesalahan forehand Keys yang keluar jauh. Set pertama pun berlangsung ketat hingga akhirnya Keys memastikan kemenangan pada set point ketiga melalui pukulan backhand yang akurat.
Memasuki set kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Korneeva sempat memimpin 4-2 dan menunjukkan kegigihan lewat duel di dekat net yang memukau. Namun, keunggulannya tidak bertahan lama. Keys segera bangkit, memanfaatkan kelengahan lawan untuk merebut break dan menutup pertandingan dengan forehand khasnya. Kegagalan demi kegagalan di masa lalu seolah terbayar lunas pada momen ini.
Bagi Keys, yang telah 15 kali tampil di turnamen ini, kehadirannya di New York selalu membawa cerita tersendiri. Meski sudah sering berlaga di lapangan yang sama, rasa gugup tetap menghantuinya. "Anda punya satu minggu untuk bersiap, semua orang antusias berada di sini, tetapi saat hari pertandingan semakin dekat, raket terasa licin, teriakan semakin keras, dan Anda bisa merasakan ketegangan itu," ungkapnya, menggambarkan atmosfer khas turnamen Grand Slam.
Kemenangan ini tentu menjadi perhatian bagi penggemar tenis Indonesia yang mengikuti perkembangan tenis dunia. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, performa para petenis top seperti Keys selalu menjadi tontonan menarik. Selain itu, keberhasilan Keys mengatasi tekanan mental bisa menjadi pelajaran berharga bagi atlet-atlet muda Indonesia yang kerap menghadapi masalah serupa di ajang internasional. Kemampuan untuk bangkit dari kegagalan adalah kunci sukses di level tertinggi.
Langkah Keys selanjutnya adalah menghadapi pemenang antara Lucie Havlickova dari Ceko atau Anna Bondar dari Hungaria. Keduanya bukan lawan mudah, tetapi dengan kepercayaan diri yang mulai pulih, Keys berpeluang melaju lebih jauh. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi ini hingga babak-babak akhir? Mengingat persaingan di sektor putri semakin ketat, mental baja akan menjadi penentu utama.



