US Open 2026: Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama, Gagal Ulangi Kejutan Tahun Lalu
Baca dalam 60 detik
- Petenis Indonesia Janice Tjen harus mengakui keunggulan unggulan kelima Mirra Andreeva 2-6, 2-6 pada laga pembuka US Open 2026 di New York.
- Kekalahan ini merupakan yang kedua dari Andreeva dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya kalah di Cincinnati Open, dan menandai kegagalan mempertahankan tren positif dari edisi 2025.
- Fokus Janice kini beralih ke turnamen berikutnya, dengan harapan memperbaiki konsistensi performa di level Grand Slam.

Petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, harus mengakhiri langkahnya di US Open 2026 lebih cepat dari yang diharapkan. Berlaga di Louis Armstrong Stadium, New York, Rabu (WIB), ia takluk dari unggulan kelima asal Rusia, Mirra Andreeva, dengan skor telak 2-6, 2-6 pada babak pertama. Hasil ini menjadi pukulan bagi penggemar tenis Tanah Air yang menantikan aksi Janice setelah penampilan impresifnya di turnamen yang sama tahun lalu.
Pertandingan sejatinya berjalan cukup ketat di awal set pertama. Janice, yang kini menempati peringkat 36 dunia, mampu menahan imbang 2-2 sebelum permainan agresif Andreeva mulai mendominasi. Petenis muda Rusia itu kemudian merebut empat gim beruntun untuk mengunci set pertama 6-2. Pola serupa terulang di set kedua: Janice sempat unggul 1-0, namun Andreeva segera membalikkan keadaan dan menuntaskan perlawanan dengan tiga gim terakhir berturut-turut.
Data statistik WTA menunjukkan betapa dominannya penampilan Andreeva. Janice gagal menciptakan satu pun peluang break point sepanjang laga, sementara lawannya sukses mengonversi empat dari empat kesempatan yang ada. Dari sisi servis, Janice hanya mampu memasukkan 60,4 persen servis pertamanya dan memenangi 31 dari total 89 poin. Sementara itu, Andreeva menguasai 65,2 persen poin keseluruhan, sebuah bukti ketimpangan kualitas di lapangan.
Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Janice dari Andreeva dalam kurun waktu 14 hari. Sebelumnya, keduanya bertemu di babak 32 besar Cincinnati Open, di mana Janice sempat memberikan perlawanan sengit hingga tie-break. Namun, hasil kali ini menunjukkan bahwa kesenjangan performa masih cukup lebar ketika berhadapan dengan pemain papan atas. Kegagalan ini juga menghentikan momentum Janice untuk mengulang pencapaian manisnya di US Open 2025, saat ia mengejutkan publik dengan menyingkirkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, di babak pertama sebelum akhirnya dihentikan Emma Raducanu.
Bagi pecinta tenis Indonesia, hasil ini tentu mengecewakan, namun bukan tanpa pelajaran. Perjalanan Janice di US Open tahun ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi petenis Asia Tenggara untuk bersaing di level tertinggi. Meski telah menunjukkan peningkatan peringkat yang signifikan, konsistensi menjadi PR utama. Seperti diungkapkan analis tenis regional, "Untuk bisa melangkah jauh di Grand Slam, seorang petenis harus mampu memaksimalkan peluang dan menjaga ritme permainan melawan lawan-lawan yang lebih diunggulkan."
Ke depan, Janice dijadwalkan tampil di Singapore Tennis Open, turnamen yang juga akan diikuti oleh petenis Filipina Alex Eala. Ini menjadi kesempatan emas bagi Janice untuk memulihkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan sebelum kembali berkompetisi di level WTA Tour. Pertanyaannya, mampukah ia bangkit dari keterpurukan ini dan menjadikan pengalaman melawan pemain top dunia sebagai batu loncatan untuk hasil yang lebih baik? Publik tenis Indonesia tentu berharap demikian.



