UMNO Gelar Kongres: Nasib Koalisi Pemerintah dan Isu Pemilu Dini Mengemuka
Baca dalam 60 detik
- Kongres Umno 2026 akan membahas arah koalisi pemerintahan, dengan 157 mosi dari berbagai divisi.
- Sekjen Umno menegaskan keputusan kongres mengikat pimpinan, termasuk soal kerja sama dalam pemerintahan.
- Isu pemilu dini dan kritik terhadap institusi publik juga menjadi sorotan menjelang perhelatan akbar partai.

Kongres Umno yang digelar pekan depan di Kuala Lumpur berpotensi menjadi titik balik bagi peta politik Malaysia. Sebanyak 157 mosi yang masuk dari berbagai divisi dipastikan akan mewarnai pembahasan, termasuk isu strategis mengenai posisi partai dalam pemerintahan koalisi yang kini berkuasa.
Sekretaris Jenderal Umno, Datuk Dr Asyraf Wajdi Dusuki, mengungkapkan bahwa kongres merupakan platform tertinggi dalam menentukan kebijakan partai. Ia menegaskan, apa pun keputusan yang dihasilkan para delegasi akan mengikat seluruh jajaran pimpinan, termasuk dalam hal kerja sama politik dengan koalisi pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Anwar Ibrahim.
Keputusan Umno untuk bergabung dalam pemerintahan koalisi sebelumnya hanya melalui persetujuan dewan pimpinan tertinggi, tanpa melalui kongres. Hal ini menjadi sorotan karena dianggap kurang legitimasi. Namun, Asyraf menjelaskan bahwa langkah tersebut sesuai dengan konstitusi partai yang memberikan kewenangan kepada dewan tertinggi untuk mengambil keputusan ketika kongres tidak berlangsung.
Isu pemilihan umum dini juga diprediksi menjadi bahan perdebatan hangat. Asyraf menyebut bahwa wacana ini sudah mengemuka di tingkat akar rumput, bahkan presiden partai, Ahmad Zahid Hamidi, sempat menyinggungnya. November mendatang akan menandai empat tahun pemerintahan koalisi saat ini, dan tradisi politik Malaysia menunjukkan bahwa pemilu sering digelar sebelum masa jabatan lima tahun berakhir, biasanya pada rentang tiga tahun lima bulan hingga empat tahun.
Asyraf menekankan bahwa kongres tidak akan membatasi delegasi untuk mengangkat isu-isu aktual. "Yang disuarakan bukan pendapat individu, melainkan aspirasi akar rumput dari cabang, divisi, dan negara bagian," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tidak etis bagi pimpinan pusat untuk membatasi materi yang boleh dibahas oleh para delegasi.
Di luar agenda politik, kongres juga akan menyoroti rencana pendirian rumah sakit pertama milik Majlis Amanah Rakyat (Mara). Asyraf, yang juga menjabat sebagai Ketua Mara, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan tersebut akan terbuka untuk semua warga negara tanpa memandang latar belakang etnis, tidak hanya untuk kalangan Bumiputera. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan kewirausahaan di bidang kesehatan yang selama ini dikembangkan Mara.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif, meski beberapa pihak mempertanyakan kesiapan anggaran dan sumber daya. Sebelumnya, pada 24 Agustus, Mara telah membentuk gugus tugas khusus untuk mengkaji kelayakan pendirian rumah sakit tersebut.
Tak hanya itu, Asyraf juga merespons kritik dari sayap pemuda Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang mendesak penyelidikan terhadap dirinya terkait laporan Komisi Kerajaan (RCI) mengenai pengelolaan Lembaga Tabung Haji. Ia membantah keras adanya keterkaitan, dengan menyebut namanya tidak pernah disebut dalam laporan tersebut. Ia menilai desakan itu sebagai upaya untuk menciptakan persepsi negatif yang dapat merusak reputasinya dan citra Mara.
Kongres Umno kali ini menjadi ujian bagi soliditas partai di tengah dinamika politik yang semakin kompleks. Keputusan yang dihasilkan akan menentukan arah koalisi pemerintahan dan posisi Umno dalam peta politik nasional. Akankah partai tersebut tetap bertahan dalam koalisi, atau justru mengambil langkah berbeda? Semua akan terjawab setelah kongres usai.



