Osaka Bangkit dari Guncangan, Swiatek Melaju Mulus di US Open
Baca dalam 60 detik
- Osaka menang dramatis atas Siniakova 6-2, 5-7, 6-1 dan menembus putaran ketiga di semua Grand Slam tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2018.
- Swiatek tampil dominan kalahkan Podoroska 6-3, 6-2, sementara Madison Keys selamat dari lima match point untuk melaju.
- Kemenangan ini menegaskan konsistensi Osaka di panggung besar dan menambah persaingan ketat di sektor putri.

Naomi Osaka kembali membuktikan ketangguhannya di Flushing Meadows. Petenis Jepang berusia 28 tahun itu bangkit dari keterpurukan di set kedua untuk menundukkan Katerina Siniakova dengan skor 6-2, 5-7, 6-1 dalam laga putaran kedua US Open, Kamis (29/8) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Osaka ke putaran ketiga di seluruh empat turnamen Grand Slam dalam satu musim untuk kedua kalinya sepanjang kariernya.
Osaka, yang dua kali juara US Open (2018 dan 2020), sempat kehilangan fokus saat unggul 5-3 di set kedua. Ia kehilangan empat game beruntun dan membiarkan Siniakova, petenis ganda peringkat satu dunia, memaksakan set penentuan. Namun, setelah meninggalkan lapangan sejenak untuk menenangkan diri, Osaka kembali ke performa terbaiknya dan mendominasi set ketiga dengan hanya kehilangan satu game.
Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Osaka. Ia menjadi wanita Jepang kedua di era Open yang mencatatkan 80 kemenangan tunggal Grand Slam, setelah Ai Sugiyama. Lebih dari itu, untuk pertama kalinya sejak 2018, Osaka berhasil melaju ke putaran ketiga di semua Grand Slam dalam satu tahun kalender. "Saya hanya bilang ke diri sendiri bahwa bermain di lapangan ini adalah sebuah kehormatan," ujar Osaka kepada penonton di Arthur Ashe Stadium, seperti dikutip BBC Sport. "Saya hanya ingin terus bermain di depan kalian, jadi saya berusaha bertarung sebaik mungkin."
Di sisi lain, Iga Swiatek, mantan nomor satu dunia asal Polandia, melaju mulus tanpa hambatan. Unggulan keenam itu menyingkirkan Nadia Podoroska dari Argentina dengan skor telak 6-3, 6-2. Kemenangan ini memastikan Swiatek, yang pernah menjuarai US Open 2022, berhadapan dengan Marie Bouzkova dari Republik Ceko di putaran berikutnya. Sementara itu, Madison Keys, finalis 2017, nyaris tersingkir lebih awal. Unggulan ke-22 itu harus menyelamatkan lima match point untuk mengalahkan Anna Bondar dari Hungaria dalam pertarungan sengit 5-7, 6-4, 7-6 (10-5).
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Osaka dan Swiatek menjadi tontonan menarik. Keduanya adalah figur yang kerap menjadi sorotan di turnamen besar, dan konsistensi mereka menunjukkan bahwa persaingan di puncak tenis putri masih didominasi oleh para pemain dengan pengalaman dan mentalitas kuat. Meski belum ada petenis Indonesia yang mampu menembus level ini, perkembangan mereka bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia.
Pertandingan Osaka melawan Siniakova berlangsung selama dua jam dua menit. Osaka mengakui bahwa dirinya terlalu keras pada diri sendiri setelah kehilangan peluang di set kedua. "Saya mengambil jeda ke kamar kecil, mengumpulkan pikiran, lalu kembali dan mencoba untuk tidak menyesali apa pun," katanya. Statistik menunjukkan Osaka membuat 20 dari 29 kesalahan sendiri di set kedua, tetapi ia berhasil memperbaiki permainannya di set penentuan.
Dengan kemenangan ini, Osaka akan menghadapi unggulan ke-23 asal Belgia, Elise Mertens, di putaran ketiga. Sementara itu, Swiatek akan berhadapan dengan Bouzkova. Kedua laga diprediksi berlangsung ketat. Apakah Osaka mampu mempertahankan konsistensinya dan melaju jauh di turnamen yang pernah memberinya dua gelar? Atau akankah Swiatek menunjukkan kelasnya sebagai mantan juara? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan di New York.



