Sidang Kecelakaan Anthony Joshua: Pengemudi Diduga Coba Menyalip Sebelum Insiden Fatal
Baca dalam 60 detik
- Pengadilan Nigeria mengungkap pengemudi mobil Anthony Joshua tengah bermanuver menyalip truk saat kecelakaan yang menewaskan dua kerabat petinju itu terjadi.
- Sopir lori yang diparkir juga menjadi terdakwa karena dianggap menghalangi arus lalu lintas, menambah kompleksitas kasus hukum ini.
- Polisi mengakui belum memeriksa Anthony Joshua sebagai saksi, memicu pertanyaan tentang kelengkapan penyelidikan menjelang sidang lanjutan September.

Pengadilan di Nigeria mengungkap bahwa pengemudi yang membawa petinju kelas berat Anthony Joshua sedang mencoba menyalip kendaraan lain ketika kecelakaan maut terjadi, merenggut nyawa dua sahabat dekat Joshua. Insiden tragis yang terjadi pada Desember lalu itu kini memasuki babak persidangan yang menyita perhatian publik, terutama karena melibatkan salah satu atlet paling terkenal di dunia.
Adeniyi Mobolaji Kayode, 46 tahun, menghadapi dakwaan menyebabkan kematian akibat mengemudi berbahaya serta mengemudi tanpa lisensi nasional yang sah. Namun, ia membantah semua tuduhan tersebut. Menurut kesaksian di pengadilan, rombongan yang sedang dalam perjalanan mengunjungi ayah Joshua di Negara Bagian Ogun, dekat Lagos, tertidur ketika Kayode kehilangan kendali atas Lexus SUV-nya saat mendahului truk yang bergerak, lalu menabrak lori yang diparkir di tepi jalan.
Dua korban jiwa adalah pelatih pribadi Joshua, Latif Ayodele, dan pelatih kekuatan, Sina Ghami. Keduanya dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Joshua, dan kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi dunia tinju. Sementara itu, Abubakar Adamu, 35 tahun, sopir lori yang diparkir, juga menjadi terdakwa karena dianggap menghalangi arus lalu lintas. Ia membantah tuduhan tersebut, menambah lapisan baru dalam kasus yang rumit ini.
Dalam persidangan yang digelar pekan ini, Inspektur Christopher Ajayi Taiwo dari Divisi Lalu Lintas Motor Negara Bagian Ogun memberikan kesaksian penting. Ia mengungkapkan bahwa saat tiba di lokasi kejadian, baik Lexus yang rusak maupun lori yang terlibat telah dipindahkan. Namun, petugas menemukan puing-puing kecelakaan dan kedelai yang berserakan di jalan, yang merupakan muatan dari lori tersebut. Barang-barang yang berhasil ditemukan dari dalam Lexus hanya berupa buku log, obat pereda nyeri, dan minuman energi, yang terletak di dekat kursi pengemudi.
Salah satu sorotan dalam persidangan adalah pengakuan polisi bahwa mereka belum memeriksa Anthony Joshua sebagai saksi. Saat ditanyai oleh pengacara Kayode, Inspektur Ajayi mengaku belum menghubungi Joshua karena "tidak memiliki nomornya". Pernyataan ini memicu pertanyaan tentang ketelitian penyelidikan, mengingat Joshua adalah penumpang yang selamat dan seharusnya menjadi saksi kunci. Pengacara Kayode pun mempertanyakan kelengkapan proses hukum yang berjalan.
"Upaya sedang dilakukan," kata Inspektur Ajayi saat ditanya tentang keterangan Joshua, seraya menambahkan bahwa ia tidak memiliki kontak pribadi petinju tersebut.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas dapat menimpa siapa saja, termasuk selebritas kelas dunia. Di Indonesia sendiri, angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi, dan kasus seperti ini menyoroti pentingnya keselamatan berkendara serta penegakan hukum yang tegas. Selain itu, proses hukum yang berlarut-larut dan kurangnya koordinasi antarinstansi sering kali menjadi kritik publik, mirip dengan apa yang terjadi dalam kasus ini.
Anthony Joshua, yang lahir di Watford, Inggris, memiliki akar keluarga di Sagamu, sebuah kota di Negara Bagian Ogun yang dekat dengan lokasi kecelakaan. Setelah insiden tersebut, ia mengunggah penghormatan menyentuh untuk Ghami dan Ayodele di media sosial. "Saya bahkan tidak menyadari betapa istimewanya mereka," tulisnya. "Saya hanya berjalan bersama mereka dan bercanda, tidak menyadari bahwa Tuhan menempatkan saya di hadapan orang-orang hebat. 100% ini sulit bagi saya, tapi saya tahu ini lebih sulit lagi bagi orang tua mereka."
Sidang yang sempat ditunda hingga 10 September mendatang akan menjadi penentu arah kasus ini. Pertanyaan besarnya kini: apakah polisi akan segera memeriksa Joshua untuk melengkapi penyelidikan, atau justru kasus ini akan berlarut-larut seperti banyak kasus hukum lain di Nigeria? Publik, terutama para penggemar tinju, tentu berharap keadilan dapat ditegakkan bagi kedua korban yang kehilangan nyawa secara tragis.



