Duel Burung di Lapangan Tak Goyahkan Langkah Medvedev ke Babak Ketiga AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Unggulan ketujuh asal Rusia itu menang telak 6-1, 6-3, 7-5 atas Sebastian Gorzny, meski sempat terganggu oleh dua burung yang hinggap di net dan mengubah jalannya reli.
- Hasil ini menjadi angin segar bagi Medvedev yang belakangan kerap tampil inkonsisten, termasuk gagal melewati babak awal di beberapa turnamen sebelumnya.
- Kemenangan ini mengantarnya ke babak ketiga untuk berhadapan dengan Arthur Rinderknech, sekaligus menjadi ujian konsistensi performanya di ajang Grand Slam.

Daniil Medvedev memastikan langkahnya mulus ke babak ketiga AS Terbuka 2025 setelah menundukkan petenis muda Amerika Serikat, Sebastian Gorzny, dalam tiga set langsung. Namun, kemenangan 6-1, 6-3, 7-5 itu tidak berjalan tanpa kejadian ganjil: dua ekor burung tiba-tiba hinggap di net dan memaksa wasit menghentikan reli yang sedang berlangsung.
Momen tersebut terjadi pada pertengahan set kedua. Saat Medvedev tengah membangun serangan, dua burung tersebut duduk manis di atas net, seolah ingin menyaksikan pertandingan dari jarak dekat. Reli sempat berlanjut beberapa pukulan sebelum akhirnya wasit kursi memutuskan untuk mengulang poin. Keputusan itu sontak membuat Medvedev, yang sempat mengira telah memenangkan poin dengan forehand silangnya, merasa tidak terima. "Ini sangat buruk," protesnya kepada wasit, seperti dikutip dari wawancara di lapangan.
Bagi Medvedev, insiden ini masuk dalam lima pengalaman paling aneh selama kariernya di New York. Namun, ia tidak membiarkan gangguan tersebut mempengaruhi fokusnya. Unggulan ketujuh itu telah tampil dominan sejak awal, menuntaskan set pertama hanya dalam 21 menit. Setelah jeda akibat ulah burung, ia kembali menunjukkan ketenangan dan menyelesaikan pertandingan dengan skor meyakinkan.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Medvedev yang belakangan kerap tampil tidak konsisten. Sejak mencapai perempat final AS Terbuka 2024, ia hanya sekali berhasil menembus pekan kedua turnamen mayor. Bahkan, pada Winston-Salem Open bulan lalu, ia kembali tersingkir di babak pertama dan sempat mempertanyakan masa depannya di dunia tenis, bercanda tentang kemungkinan pindah ke pickleball. Namun, penampilannya kali ini menunjukkan bahwa ia masih memiliki motivasi besar untuk berprestasi di Flushing Meadows.
Di sisi lain, kekalahan ini tetap menjadi catatan manis bagi Gorzny. Petenis peringkat 731 dunia itu baru pertama kali tampil di babak utama Grand Slam. Perjalanannya menuju turnamen ini sendiri merupakan kisah inspiratif. Tujuh tahun lalu, ia sempat diberikan harapan hidup hanya lima persen setelah jatuh sakit saat mengikuti kejuaraan nasional junior di Michigan. Kala itu, ia mengalami kejang dan harus dirawat dalam koma selama empat hari. Dokter menduga penyebabnya adalah infeksi otak yang berasal dari gigitan nyamuk, seperti meningitis atau ensefalitis. Gorzny, yang pernah menjadi juara ganda putra junior Wimbledon, berhasil meraih tiket ke AS Terbuka melalui kualifikasi wildcard.
Bagi penggemar tenis Indonesia, pertandingan ini memberikan gambaran tentang betapa dinamisnya persaingan di level tertinggi. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, performa para petenis top seperti Medvedev tetap menjadi tontonan menarik dan sumber inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus panggung dunia. Kemenangan ini juga mengingatkan bahwa konsistensi adalah kunci utama untuk bertahan di papan atas tenis dunia.
Pertanyaan besarnya kini adalah mampukah Medvedev mempertahankan performa ini hingga pekan kedua? Dengan pengalaman dan kualitas yang dimilikinya, ia tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju jauh. Namun, persaingan di babak ketiga akan semakin ketat, dan ia harus siap menghadapi lawan-lawan yang tidak akan memberinya ruang bernapas. Mampukah ia kembali merebut gelar yang pernah ia raih pada 2021?



