Rybakina Lolos ke Babak Kedua US Open 2024: Cedera Achilles Jadi Bayang-bayang
Baca dalam 60 detik
- Elena Rybakina menang mudah atas Thea Frodin 6-3, 6-2 di babak pertama US Open, meski persiapannya terganggu cedera Achilles.
- Kemenangan ini menegaskan kesiapannya menantang peta persaingan yang dihiasi absennya Jannik Sinner dan kembalinya Carlos Alcaraz.
- Langkah Rybakina selanjutnya akan diuji oleh pemenang antara Darja Vidmanova dan Jessica Bouzas Maneiro.

NEW YORK โ Elena Rybakina akhirnya bisa bernapas lega. Unggulan kedua itu memastikan tempat di babak kedua US Open setelah menaklukkan petenis muda Amerika, Thea Frodin, dengan skor telak 6-3, 6-2 di Grandstand, Selasa (27/8) waktu setempat. Kemenangan ini terasa istimewa mengingat hanya sepuluh hari sebelumnya ia masih dihantui keraguan besar: akankah cedera Achilles yang dideritanya di Cincinnati memaksanya mundur dari turnamen Grand Slam terakhir tahun ini?
Perjalanan Rybakina menuju New York nyaris berubah menjadi mimpi buruk. Ia terpaksa mundur dari turnamen pemanasan di Cincinnati karena rasa sakit di area Achilles. Pemanggilan fisioterapis saat itu menjadi titik awal ketidakpastian. "Saya bertanya pada fisioterapis, dan dia bilang tendon Achilles saya tidak putus. Itu kabar baik, tapi rasa sakitnya tetap ada," ungkap Rybakina dalam konferensi pers usai pertandingan. Selama tujuh hari penuh, ia sama sekali tidak menyentuh raket, bahkan aktivitas gym pun dibatasi. Keputusan untuk tampil di Flushing Meadows baru diambil secara bertahap, hari demi hari.
Kemenangan atas Frodin, yang merupakan debutan di babak utama Grand Slam, tidak hanya menunjukkan ketangguhan fisik tetapi juga mental juara. Rybakina, yang pernah menjuarai Wimbledon 2022 dan Australian Open 2023, tampil dominan sejak awal. Ia mematahkan servis Frodin di game keenam untuk merebut set pertama, lalu melanjutkan kontrol permainan di set kedua. Meski Frodin sempat menyelamatkan tiga match point dengan ace-ace memukau, Rybakina menuntaskan laga dengan ace pertamanya sendiri.
Di balik kemenangan ini, ada cerita tentang persaingan yang semakin panas di sektor putri. Rybakina tidak hanya memburu gelar Grand Slam ketiga, tetapi juga ambisi menjadi nomor satu dunia. Namun, ia sadar betul bahwa turnamen ini adalah ujian ketahanan. "Saat ini saya merasa baik-baik saja. Tapi kita lihat bagaimana kondisi saya besok setelah bangun tidur, karena ini pertandingan pertama dan pergerakannya cukup banyak," katanya. Ia juga mengakui bahwa cedera sempat memengaruhi servisnya, namun kini sudah kembali normal.
Konteks persaingan di US Open tahun ini memang diwarnai isu cedera. Di sektor putra, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner absen, sementara juara bertahan Carlos Alcaraz baru saja kembali dari cedera panjang. Hal ini membuka peluang sekaligus tantangan bagi para unggulan, termasuk Rybakina. Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Rybakina menjadi sorotan karena ia adalah salah satu wajah baru yang konsisten di papan atas, mengingat minimnya wakil Asia di turnamen besar. Kesuksesannya bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Asia Tenggara yang mulai merambah turnamen internasional.
Pertandingan ini juga menjadi perhatian khusus publik Amerika. Frodin, yang lima tahun lalu memerankan Serena Williams kecil dalam film pemenang Oscar "King Richard", tampil impresif dengan 11 ace. Penonton yang sempat menunggu hampir empat jam karena hujan memberikan tepuk tangan meriah setiap kali Frodin menunjukkan aksinya. Rybakina sendiri mengakui kualitas lawannya. "Dia bermain sangat baik hari ini dan punya pukulan-pukulan hebat. Tidak mudah, dan saya senang bisa bermain di sini," pujinya sambil ikut bertepuk tangan untuk Frodin yang menerima ovasi penonton.
Dengan kemenangan ini, Rybakina melaju ke babak kedua dan akan menunggu pemenang antara Darja Vidmanova dari Ceko atau Jessica Bouzas Maneiro dari Spanyol. Pertanyaan besarnya kini: mampukah ia mempertahankan performa ini sepanjang turnamen? Mengingat sejarahnya yang sering cedera, daya tahan fisiknya akan menjadi faktor kunci. Bisakah ia menjaga konsistensi dan akhirnya mengangkat trofi di Flushing Meadows? Atau akankah cedera kembali menghantuinya seperti musim-musim sebelumnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Rybakina telah menunjukkan bahwa ia tidak mudah menyerah.



