Vuelta 2026: Enric Mas Perlebar Jarak, Remaja Slovenia Omrzel Curi Perhatian di Etap 12
Baca dalam 60 detik
- Enric Mas sukses memperkokoh posisi puncak klasemen usai melancarkan serangan telat di tanjakan akhir etap 12, unggul 27 detik atas Primoz Roglic.
- Jakob Omrzel, pebalap Slovenia berusia 20 tahun, merebut kemenangan etap pertamanya di Grand Tour dengan solo attack impresif di Calar Alto.
- Dengan keunggulan 1 menit 45 detik atas Roglic, Mas kini berada di ambang sejarah sebagai juara Vuelta pertama dari Mallorca sejak 1950-an.

Enric Mas semakin kokoh di puncak klasemen Vuelta a Espana setelah melancarkan serangan telat yang memukau pada etap 12 yang berakhir di puncak Calar Alto, Kamis (3/9/2026). Pebalap Movistar itu finis 27 detik di depan Primoz Roglic, rival terdekatnya, sekaligus menegaskan ambisinya merebut gelar grand tour pertamanya.
Pada etap dengan rute pegunungan sepanjang 166,6 kilometer itu, Mas memilih waktu yang tepat untuk melesat dari rombongan pengejar yang berisi Roglic dan Felix Gall, sekitar 13 kilometer menjelang finis. Serangan itu langsung memberi jarak yang tak mampu dikejar oleh para pesaingnya. Kini, pebalap asal Mallorca itu memimpin klasemen dengan keunggulan 1 menit 45 detik atas Roglic, sementara Gall tertinggal 2 menit 6 detik.
Kemenangan etap kali ini menjadi milik Jakob Omrzel dari Bahrain Victorious. Remaja berusia 20 tahun itu tampil luar biasa dengan melancarkan akselerasi di tanjakan terakhir menuju Calar Alto, yang merupakan finis tertinggi Vuelta tahun ini di ketinggian 2.153 meter. Omrzel finis hampir dua menit di depan Urko Berrade Fernandez, dengan Santiago Buitrago di posisi ketiga. Ini adalah kemenangan grand tour pertamanya, sebuah pencapaian yang bahkan lebih muda dari Tadej Pogacar saat meraih kemenangan etap pertamanya di grand tour.
Bagi Mas, etap ini menjadi momentum penting setelah ia mengambil alih jersey merah dari Pogacar yang harus mundur akibat kecelakaan pada etap 8. Cuaca panas yang menyengat di Andalusia tidak menyurutkan langkahnya. "Saya sangat senang dengan tim hari ini, bangga dengan mereka," ujar Mas, yang mendapat bantuan krusial dari Raul Garcia Pierna di tanjakan akhir. "Mengambil 27 detik dari Roglic sangat penting untuk pekan depan. Saya percaya diri hari ini dan saya tahu tanjakannya."
Di sisi lain, persaingan menuju podium utama justru menjadi mimpi buruk bagi Oscar Onley. Pebalap asal Inggris itu terlibat kecelakaan dan finis lebih dari dua menit di belakang Mas, membuatnya kehilangan peluang besar dalam perebutan gelar. Sementara itu, di etap yang dimulai dengan beberapa tanjakan awal, rombongan pelarian yang terdiri dari 30 pebalap terbentuk setelah 40 kilometer. Wout van Aert memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumpulkan poin di klasemen poin dan gunung.
Omrzel, yang sebelumnya sempat mencoba melarikan diri bersama Leo Bisiaux di tanjakan kedua terakhir, baru benar-benar berhasil melepaskan diri di Calar Alto. Berrade Fernandez menjadi satu-satunya yang mampu bertahan, namun akhirnya menyerah pada keganasan Omrzel. "Saya tidak terkejut karena saya tahu betapa kerasnya kerja yang saya lakukan, dan saya tahu hari-hari seperti ini akan datang cepat atau lambat," kata Omrzel. "Tapi tentu saja, saya tidak 100 persen menyangka akan melakukannya di grand tour pertama saya."
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, performa Omrzel menjadi pengingat bahwa bakat muda dari Eropa Timur terus bermunculan. Meski belum ada pebalap Asia Tenggara yang tampil di Vuelta, perkembangan ini bisa menjadi inspirasi bagi pembinaan balap sepeda di Tanah Air yang mulai melirik ajang Eropa. Dengan sisa pekan terakhir yang penuh tanjakan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Mas mampu mempertahankan keunggulannya, atau justru Roglic yang akan menemukan celah untuk merebut jersey merah?



