Cedera Abdomen, Bintang Brasil Joao Fonseca Mundur dari AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Petenis Brasil peringkat 26 dunia, Joao Fonseca, memutuskan mundur dari AS Terbuka 2025 karena cedera otot perut yang belum pulih total.
- Keputusan ini menambah daftar panjang absennya pemain top di turnamen Grand Slam terakhir tahun ini, termasuk Jannik Sinner dan Jack Draper.
- Mundurnya Fonseca membuka peluang bagi petenis lain, sekaligus menjadi sinyal bahwa persaingan di Flushing Meadows akan semakin terbuka.

Joao Fonseca, petenis muda Brasil berusia 20 tahun, memastikan diri absen dari AS Terbuka 2025. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (24/8) waktu setempat, menyusul cedera otot perut yang tak kunjung pulih. Dengan demikian, turnamen Grand Slam penutup musim ini kehilangan salah satu pemain yang paling dinantikan penampilannya di Flushing Meadows.
Fonseca, yang kini menempati peringkat 26 dunia, menjadi sorotan setelah tampil sensasional di Prancis Terbuka tahun ini. Ia berhasil melaju hingga perempat final, mengalahkan dua nama besar sekaligus: Novak Djokovic dan Casper Ruud. Performa itu membuatnya dijagokan sebagai salah satu kuda hitam di New York, terutama setelah beberapa unggulan utama mengalami cedera.
Dalam pernyataannya, Fonseca mengungkapkan bahwa setelah menjalani serangkaian tes dan memulai perawatan untuk cedera abdomennya, ia dan tim menyadari bahwa waktu pemulihan yang dibutuhkan lebih lama dari perkiraan. "Keputusan ini tidak mudah, karena turnamen ini sangat spesial bagi saya. Kami akan terus bekerja keras agar saya bisa segera kembali," tulisnya, seperti dikutip dari unggahan resminya.
Kabar mundurnya Fonseca menambah daftar panjang pemain yang harus menepi dari turnamen yang akan memulai babak utama pada Minggu (30/8) ini. Sebelumnya, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner dan petenis Inggris Jack Draper juga mengundurkan diri pekan lalu karena cedera. Tak hanya itu, mantan petenis peringkat empat dunia, Holger Rune, juga dipastikan absen. Kondisi ini membuat persaingan di sektor putra semakin tidak terduga.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kabar ini tentu mengurangi daya tarik AS Terbuka yang biasanya disiarkan langsung di berbagai platform. Namun, di sisi lain, absennya para unggulan justru membuka peluang bagi petenis Asia, termasuk yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, untuk melangkah lebih jauh. Hal ini bisa menjadi tontonan menarik, sekaligus membuktikan bahwa kedalaman kompetisi tenis putra semakin merata.
Menurut analis olahraga, keputusan Fonseca untuk mundur adalah langkah yang bijak. Memaksakan diri bermain dalam kondisi cedera berisiko memperparah cedera dan mengancam karier jangka panjangnya. "Ini keputusan yang matang, meski sulit. Fonseca masih muda dan memiliki banyak turnamen di depannya. Lebih baik beristirahat sekarang daripada menanggung konsekuensi yang lebih berat," ujar seorang pengamat tenis yang enggan disebut namanya.
Dengan berkurangnya sejumlah nama besar, siapa yang akan memanfaatkan peluang ini? Akankah ada kejutan seperti yang dilakukan Fonseca di Roland Garros? Pertanyaan itu akan terjawab seiring bergulirnya turnamen di Flushing Meadows. Yang jelas, AS Terbuka tahun ini menyajikan cerita yang berbeda, dan para penggemar tenis di Indonesia patut menyaksikan bagaimana drama persaingan itu berlangsung.



