Gauff dan Fils Sabet Gelar di Cincinnati, Sinyal Kuat Jelang AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff menaklukkan Jessica Pegula di final Cincinnati Open, merebut trofi pertamanya tahun ini dan mempertegas statusnya sebagai kandidat juara AS Terbuka.
- Arthur Fils mengakhiri puasa gelar Prancis di turnamen Masters 1000 setelah menundukkan Frances Tiafoe, sekaligus menembus peringkat 11 dunia.
- Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi kedua petenis muda menjelang turnamen Grand Slam terakhir musim ini di New York.

Coco Gauff akhirnya memecah kebuntuan gelar di musim 2026. Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu menaklukkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, pada partai puncak Cincinnati Open dengan skor telak 6-2, 6-4, hanya dalam waktu 74 menit. Kemenangan ini langsung menempatkannya sebagai salah satu unggulan terdepan untuk turnamen AS Terbuka yang akan bergulir pekan depan.
Gauff, yang kini menghuni peringkat empat dunia, tampil dominan sepanjang turnamen. Ia hanya kehilangan satu set, yakni saat menghadapi Liudmila Samsonova di laga pembuka. Setelah itu, ia meraih 12 game beruntun untuk memastikan tempat di final. Gelar ini menjadi yang pertama baginya sejak menjuarai turnamen Wuhan Oktober lalu, sekaligus yang kedua di ajang WTA 1000 Cincinnati setelah sukses serupa pada 2023.
Kemenangan ini terasa istimewa karena mengulang pola sukses tiga tahun lalu. Saat itu, Gauff juga menjuarai Cincinnati dan tiga pekan kemudian mengangkat trofi Grand Slam pertamanya di Flushing Meadows. Kini, dengan kepercayaan diri yang kembali pulih, ia dianggap mampu mengulang pencapaian tersebut. "Setiap pertandingan saya merasa semakin percaya pada kerja keras yang saya lakukan. Saya tahu bisa melewati situasi sulit," ujar Gauff, seperti dikutip BBC Sport.
Di sektor putra, Arthur Fils mencatatkan sejarah pribadi. Petenis Prancis berusia 22 tahun itu merebut gelar ATP Masters 1000 pertamanya setelah mengalahkan Frances Tiafoe di final dengan skor 6-3, 1-6, 6-0. Kemenangan ini mengangkatnya ke peringkat 11 dunia, posisi tertinggi sepanjang kariernya. Fils menjadi petenis Prancis pertama yang menjuarai turnamen level ini sejak Jo-Wilfried Tsonga menang di Toronto pada 2014.
Perjalanan Fils tidak mudah. Ia sempat absen sembilan bulan akibat cedera stres di punggung, dan baru kembali bertanding pada Februari lalu. Sejak itu, ia telah mengumpulkan dua gelar ATP Tour. "Banyak latihan, pengorbanan, dan cedera. Bisa memenangi gelar seperti ini sangat berarti bagi saya," kata Fils, yang musim ini juga tampil impresif di beberapa turnamen besar.
Bagi pecinta tenis Indonesia, performa Gauff dan Fils menjadi tontonan menarik. Keduanya mewakili generasi baru yang siap menggusur dominasi petenis senior. AS Terbuka yang menawarkan total hadiah terbesar dalam sejarah Grand Slam akan menjadi panggung pembuktian. Pertanyaan besarnya: mampukah Gauff mengulang kisah 2023, dan akankah Fils melanjutkan tren positifnya menembus jajaran elit?



