Federer Kembali ke New York: Perpisahan yang Tertunda di Flushing Meadows
Baca dalam 60 detik
- Legenda tenis Swiss, Roger Federer, akan tampil dalam laga ekshibisi di Arthur Ashe Stadium, Selasa (25/8), sebagai bentuk pamit terakhir kepada penggemar di Amerika Serikat.
- Kepastian ini mengakhiri penantian panjang setelah kepergiannya dari US Open 2019 terasa hambar, dan kini ia akan berbagi lapangan dengan para rival legendaris seperti Agassi, Roddick, dan McEnroe.
- Kembalinya Serena Williams dari pensiun untuk bermain ganda campuran dengan Carlos Alcaraz di hari yang sama menambah daya tarik tersendiri bagi turnamen tahun ini.

NEW YORK – Roger Federer akhirnya mendapatkan momen pamit yang layak di Flushing Meadows. Legenda tenis Swiss itu dijadwalkan tampil dalam laga ekshibisi bertajuk "US Open: Roger Federer - An Icon Returns to NY" pada Selasa (25/8) waktu setempat, sehari sebelum babak utama tunggal US Open dimulai. Penampilan ini menjadi penutup yang selama ini dinanti para penggemarnya di Amerika Serikat, setelah karier profesionalnya berakhir tanpa kesempatan mengucapkan selamat tinggal yang semestinya di turnamen yang pernah ia dominasi.
Federer terakhir kali berlaga di US Open pada 2019, saat ia tersingkir di perempat final. Banyak pihak saat itu mengira ia akan kembali, namun pandemi dan cedera membuatnya absen pada 2020, dan partai pamungkasnya di ajang Grand Slam justru terjadi di Wimbledon 2021. Akibatnya, turnamen di New York yang pernah ia taklukkan lima kali berturut-turut—sebuah rekor yang belum tertandingi di era Open—tidak pernah memberinya kesempatan untuk berpamitan secara langsung kepada publik Amerika.
"Ini benar-benar memberi saya kesempatan untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal, yang menurut saya penting bagi sebagian orang," ujar Federer dalam konferensi pers, Senin (24/8). "Bagi saya, ini adalah hal yang baik untuk dilakukan." Meski demikian, ia mengaku gugup karena sudah lama tidak bertanding. "Saya belum memainkan satu set pun dalam—saya tidak tahu—mungkin lima tahun. Saya tidak tahu bagaimana besok nanti," katanya. "Ada banyak ketidakpastian, tapi juga kebahagiaan karena bisa kembali."
Laga ekshibisi ini juga akan menampilkan deretan nama besar yang telah pensiun, seperti Andy Roddick, Andre Agassi, dan John McEnroe. Mereka akan berbagi lapangan di Arthur Ashe Stadium, tempat yang sama di mana Serena Williams—yang baru saja mencabut pensiunnya—dijadwalkan bermain ganda campuran dengan Carlos Alcaraz pada hari yang sama. Kehadiran Williams yang berusia 44 tahun itu telah membuat suasana Flushing Meadows ramai sejak Senin, dengan para penggemar mulai memadati area plaza untuk menyaksikan babak kualifikasi tunggal.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, momen ini menjadi pengingat akan kehebatan Federer yang pernah menjadi idola banyak orang. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, animo masyarakat terhadap tenis internasional tetap tinggi, terutama dengan hadirnya nama-nama besar seperti Alcaraz dan Williams. Laga ekshibisi ini juga menjadi ajang nostalgia bagi generasi yang tumbuh bersama era kejayaan Federer, yang kerap disaksikan melalui siaran televisi nasional.
Federer, yang kini berusia 45 tahun, menegaskan bahwa ia tidak akan kembali ke kompetisi tunggal. Ketika ditanya apakah ia akan mempertimbangkan wildcard untuk bermain di babak utama, ia menjawab dengan tegas: "Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak, tidak." Ia beralasan, "Saya punya terlalu banyak hambatan dan saya terlalu sibuk—saya hampir tidak punya waktu untuk bermain ekshibisi. Tubuh saya sudah selesai."
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah laga ini akan menjadi penampilan terakhir Federer di hadapan publik Amerika, atau masih ada kejutan lain di masa depan. Dengan pelantikan Hall of Fame yang sudah di depan mata, Federer tampaknya ingin menutup babak ini dengan manis. Namun, satu hal yang pasti: sorak sorai penonton di Arthur Ashe Stadium akan menjadi hadiah terindah bagi sang Maestro, sekaligus penutup yang layak bagi salah satu karier terbaik dalam sejarah olahraga.



