Janice Tjen Tembus 16 Besar Monterrey Open, Ukir Kemenangan Dramatis atas Yastremska
Baca dalam 60 detik
- Tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, memastikan tempat di babak 16 besar WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah menaklukkan Dayana Yastremska lewat pertarungan tiga set yang menegangkan.
- Kemenangan ini menandai pencapaian signifikan bagi tenis Indonesia di panggung internasional, sekaligus memperkuat posisi Janice sebagai petenis dengan peringkat tertinggi dari Tanah Air.
- Janice dijadwalkan menghadapi Yuliia Stardubtseva di babak berikutnya, sementara di nomor ganda ia bersama Katarzyna Piter melaju ke perempat final.

Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, kembali mencatatkan sejarah dengan menembus babak 16 besar turnamen WTA 500 Monterrey Open 2026. Berlaga di lapangan keras Meksiko, Selasa WIB, ia menundukkan unggulan asal Ukraina, Dayana Yastremska, dalam pertarungan sengit tiga set yang berakhir dengan skor 2-6, 6-3, 7-6(5). Kemenangan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti ketangguhan mental dan konsistensi permainan petenis berusia 24 tahun yang kini menjadi sorotan di kancah tenis dunia.
Pertandingan yang berlangsung selama dua jam 17 menit itu memperlihatkan perlawanan sengit sejak awal. Yastremska, yang dikenal dengan permainan agresif, langsung menekan dengan dua kali mematahkan servis Janice di set pertama. Keunggulan itu cukup untuk mengamankan set pembuka dengan skor 6-2. Namun, Janice tidak tinggal diam. Pada set kedua, ia bangkit dengan memanfaatkan peluang break di gim ketujuh dan kedelapan, memaksa Yastremska menyerah dengan skor 6-3 dan membawa pertandingan ke set penentuan.
Set ketiga menjadi ujian sesungguhnya. Janice sempat tertinggal 0-2 setelah kehilangan servis di gim kedua, tetapi ia berhasil mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Kedua petenis saling mematahkan servis hingga skor 5-5, sebelum akhirnya pertandingan ditentukan lewat tie-break. Dalam momen krusial itu, Janice menunjukkan ketenangan luar biasa. Setelah skor imbang 5-5, ia merebut dua poin beruntun untuk mengunci kemenangan 7-6(5).
Statistik pertandingan menegaskan dominasi Janice dalam aspek servis. Ia mencatatkan 12 ace, jauh lebih banyak dibanding empat ace milik Yastremska. Secara keseluruhan, Janice memenangkan 52,1 persen total poin (98 dari 188), sementara lawannya hanya mengumpulkan 90 poin. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang break juga menjadi kunci: Janice mengonversi empat dari delapan kesempatan, sedangkan Yastremska memanfaatkan lima dari sepuluh peluang. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun Yastremska lebih agresif, Janice lebih efisien dalam momen-momen penting.
Kemenangan ini menjadi momentum berharga bagi Janice yang sebelumnya telah memastikan tiket perempat final nomor ganda bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter. Pasangan ini menundukkan unggulan kedua asal China, Shuai Zhang dan Xinyu Jiang, dengan skor 6-2, 6-7(5), 10-7. Konsistensi Janice di dua nomor sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dalam kariernya, terutama setelah sebelumnya ia terhenti di babak 16 besar Cincinnati Open.
Bagi Indonesia, pencapaian Janice bukan sekadar prestasi individu. Ini adalah sinyal bahwa tenis putri Tanah Air mampu bersaing di level tertinggi. Dengan peringkat yang terus menanjak, Janice menjadi harapan baru di tengah minimnya wakil Indonesia di turnamen WTA. Keberhasilannya melawan pemain-pemain top dunia juga membuka peluang bagi regenerasi petenis muda Indonesia untuk bermimpi lebih besar.
Pada babak 16 besar sektor tunggal, Janice akan menghadapi petenis Ukraina lainnya, Yuliia Stardubtseva, yang lolos setelah mengalahkan Lili Tagger dari Austria dalam dua set langsung. Sementara itu, di sektor ganda, Janice/Piter dijadwalkan bertemu pasangan Australia-China, Maya Joint dan Xu Yifan, pada perempat final yang digelar Rabu (26/8). Dua laga berat menanti, tetapi dengan performa yang sedang apik, bukan tidak mungkin Janice mampu melaju lebih jauh dan mencatatkan sejarah baru bagi tenis Indonesia.
Pertanyaan besarnya kini: sanggupkah Janice mempertahankan konsistensi ini dan menembus babak delapan besar? Jika ya, ia tidak hanya akan mengukir namanya di Monterrey, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu petenis Asia yang patut diperhitungkan di pentas dunia.



