Legenda Rugby League Sir Billy Boston Tutup Usia di 92 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Sir Billy Boston, pencetak 571 try sepanjang karier, meninggal dunia pada usia 92 tahun.
- Ia adalah pemain rugby league pertama yang menerima gelar kebangsawanan dari Raja Charles pada 2025.
- Warisan Boston melampaui rekor, menjadi simbol persatuan di komunitas rugby yang kerap terpecah belah.

Dunia rugby league berduka. Sir Billy Boston, salah satu pemain terbaik dalam sejarah olahraga ini, meninggal dunia pada usia 92 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarganya dan langsung memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan, mulai dari penggemar hingga pejabat olahraga.
Boston, yang lahir di Cardiff pada 1934, memulai kariernya dari rugby union sebelum akhirnya beralih ke rugby league. Kepindahannya ke Wigan pada 1953 menjadi titik balik yang mengubah wajah olahraga ini. Dalam 488 pertandingan bersama Wigan, ia mencetak 478 tryโsebuah rasio yang nyaris mustahil ditandingi. Total 571 try sepanjang kariernya hanya kalah dari legenda Australia, Brian Bevan.
Pencapaian Boston tidak berhenti di level klub. Bersama tim nasional Great Britain, ia tampil dalam 31 pertandingan dan mencetak 24 try, termasuk satu try di final Piala Dunia 1960 yang membawa timnya menang 10-3 atas Australia. Ia juga menjadi pemain kulit hitam pertama dari Inggris yang melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada 1954, membuka jalan bagi generasi pemain berikutnya.
Di luar lapangan, Boston adalah sosok yang dihormati. Setelah pensiun, ia mengelola Griffin Hotel di dekat Central Park, markas Wigan. Namanya diabadikan dalam tiga patung, termasuk di Wembley Stadium, dan ia menjadi salah satu anggota pertama Rugby League Hall of Fame pada 1988. Pada 2025, ia menerima gelar kebangsawanan dari Raja Charles, sebuah pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa.
Kepergian Boston terjadi hanya beberapa minggu setelah istrinya, Lady Joan, meninggal dunia. Pasangan ini telah menjadi ikon di Wigan, kota yang menganggap Boston sebagai anak angkat. Komentator BBC, Matt Newsum, menulis bahwa Boston memiliki efek menyatukan yang unik di komunitas rugby yang biasanya partisan. Bahkan di kandang rival, St Helens, namanya tidak pernah diejek.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, kisah Boston mungkin terasa asing, tetapi warisannya menawarkan pelajaran tentang dedikasi dan sportivitas. Di tengah perkembangan rugby yang mulai tumbuh di Tanah Air, sosok seperti Boston bisa menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan bakat dapat mengatasi segala rintangan, bahkan dari latar belakang yang sederhana.
Boston juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Meski telah mencapai puncak karier, ia tetap dekat dengan penggemar dan sering hadir di pertandingan Wigan hingga akhir hayatnya. Momen ketika kamera menyorotnya selalu disambut sorak sorai penonton, dan senyumnya menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.
Kepergian Boston meninggalkan kekosongan yang sulit diisi. Namun, warisannya akan terus hidup melalui rekor, patung, dan kenangan yang ia tinggalkan. Seperti yang ditulis Newsum, "Kursi kosong di Brick akan terasa aneh, tetapi ia tidak akan pernah dilupakan."
Pertanyaannya kini, siapa yang akan meneruskan jejak Boston? Di era di mana rugby league semakin kompetitif, mungkinkah akan lahir lagi pemain dengan kemampuan mencetak try sebanyak itu? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: nama Sir Billy Boston akan selalu dikenang sebagai legenda sejati.



