Pensiun dari Timnas India, Ajinkya Rahane Tutup Karier dengan Warisan Kepemimpinan
Baca dalam 60 detik
- Ajinkya Rahane resmi gantung sepatu dari kriket internasional setelah 85 tes dan 5.077 run, dengan kapten tak terkalahkan dalam enam pertandingan.
- Puncak kariernya adalah memimpin India comeback 2-1 di Australia 2020-21 setelah kekalahan 36 run di Adelaide.
- Rahane masih aktif di liga domestik dan komentator, meninggalkan jejak sebagai pemain tangguh di posisi tengah.

Ajinkya Rahane, pemukul tangguh India yang pernah menjadi kapten pengganti di sejumlah seri penting, resmi mengumumkan pensiun dari kriket internasional pada Kamis (30/7). Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang kembalinya ia ke tim tes setelah terakhir tampil pada Juli 2023.
Pemain berusia 38 tahun asal Mumbai itu memulai debut internasionalnya dalam format Twenty20 pada 2011, namun namanya melejit di kriket tes berkat gaya bertahan dan kesabaran di posisi tengah. Dalam 85 pertandingan tes, Rahane mengumpulkan 5.077 run dengan rata-rata 38,46, termasuk 12 abad. Ia juga tercatat sebagai satu-satunya kapten India yang tak terkalahkan dalam enam tesโempat menang dan dua seriโsaat memimpin melawan Australia, Afghanistan, dan Selandia Baru.
Momen paling gemilang dalam karier Rahane terjadi pada tur Australia 2020-21. Saat itu, ia menggantikan Virat Kohli yang cuti ayah, dan India baru saja dihancurkan 36 run di Adelaide. Rahane merespons dengan abad brilian di Melbourne yang menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya memimpin India meraih kemenangan seri 2-1 yang legendaris. "Saya selalu mengutamakan negara dan tim di atas diri sendiri," ujarnya dalam video emosional yang diunggah di media sosial.
Keputusan pensiun ini tidak mengejutkan mengingat Rahane sudah lama tersingkir dari tim utama. Namun, warisannya sebagai pemain yang disiplin dan kapten yang tenang tetap dikenang. "Saya selalu percaya jika niat Anda benar, permainan akan menjagamu," tambahnya. Saat ini, Rahane masih aktif sebagai komentator di turnamen The Hundred di Inggris dan bermain di liga domestik India.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kisah Rahane mengingatkan pada pentingnya ketahanan mental dalam olahraga. Meski tidak setenar Kohli atau Rohit Sharma, kontribusinya dalam momen-momen krusial membuktikan bahwa pemain pendukung bisa menjadi pahlawan. Ke depannya, Rahane kemungkinan akan fokus pada karier kepelatihan atau komentator, meninggalkan pertanyaan: akankah India menemukan lagi pemukil tengah sekaliber dirinya?



