Gempita Headingley: Sunrisers Hentikan Rekor Sempurna Super Giants
Baca dalam 60 detik
- Sunrisers Leeds mematahkan laju sempurna Manchester Super Giants setelah mengejar target 182 dengan delapan wicket tersisa.
- Mitch Marsh menjadi motor kejaran dengan 63 dari 26 bola, sementara Zak Crawley dan Harry Brook memastikan kemenangan di kandang sendiri.
- Hasil ini membuka persaingan papan atas The Hundred 2025, dengan lima tim kini mengoleksi delapan poin.

Sunrisers Leeds sukses menghentikan langkah sempurna Manchester Super Giants di The Hundred setelah menundukkan lawannya dengan selisih delapan wicket pada laga yang digelar di Headingley, Selasa (8/8/2025) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus membuka peta persaingan menuju babak knockout.
Bintang tim tamu, Mitch Marsh, menjadi aktor utama dengan pukulan agresifnya. Eksplosif sejak awal, pemukul asal Australia itu melesakkan 63 run dari hanya 26 bola, termasuk enam four dan lima six. Penampilannya memberi fondasi kokoh bagi Sunrisers untuk mengejar total 182 yang dibukukan Super Giants. Meskipun Marsh akhirnya tumbang terkena yorker Sonny Baker saat skor tim 118, momentum yang ia ciptakan terus berlanjut berkat duet Zak Crawley dan Harry Brook.
Crawley, yang juga kapten Sunrisers, mencetak 56 run tidak terkalahkan dari 34 bolaโsetengah abad keduanya musim panas ini setelah sempat kehilangan tempat di timnas Inggris. Sementara Brook, yang baru mencatat skor tiga dan delapan dalam dua penampilan sebelumnya, bangkit dengan 42 run tidak terkalahkan dari 17 bola. Enam pukulannya semuanya melewati batas, termasuk pukulan kemenangan dari Noor Ahmad yang membuat Sunrisers menang dengan 12 bola tersisa.
Sebelumnya, penjaga wicket Inggris Jos Buttler melanjutkan performa impresifnya dengan 63 run tidak terkalahkan dari 33 bola, menjadi pilar utama Super Giants yang hanya kehilangan tiga wicket dalam 100 bola. Ia didukung Heinrich Klaasen yang mencetak 53 dari 27 bola. Namun, pelempar Sunrisers Nathan Ellis tampil efektif dengan catatan 2-30, sekaligus menjadi pelempar terbaik tim.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, perkembangan turnamen The Hundred yang kian kompetitif layak disimak. Format cepat 100 bola per tim menawarkan tontonan yang dinamis dan mudah diikuti, apalagi dengan hadirnya bintang global seperti Marsh, Buttler, dan Brook. Meskipun kriket belum menjadi olahraga arus utama di Tanah Air, popularitasnya perlahan meningkat seiring siaran langsung dari berbagai platform.
Kompetisi The Hundred musim 2025 masih akan berlanjut dengan rangkaian pertandingan double-header di Cardiff dan London. Welsh Fire akan menjamu Trent Rockets, sementara MI London bersua London Spirit dalam laga derbi yang diprediksi sengit. Dengan persaingan yang semakin merata, slot semifinal masih terbuka lebar bagi siapa pun yang konsisten meraih kemenangan.
Akankah Sunrisers Leeds mampu mempertahankan momentum ini? Atau justru Super Giants yang akan kembali ke jalur kemenangan? Satu hal yang pasti: persaingan menuju babak knockout musim ini semakin memanas.



