Leeds United Berburu Bakat Inggris Lain: Harvey Elliott Jadi Target Setelah James Trafford
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengincar gelandang Liverpool Harvey Elliott setelah hampir merekrut kiper James Trafford seharga £40 juta.
- Elliott, yang gagal di Aston Villa, dianggap punya potensi besar dengan catatan 3 gol dan 6 assist di Premier League 2023/24.
- Jika kedua transfer terealisasi, belanja Leeds musim panas ini bisa mencapai £74 juta, menandai ambisi besar klub.

Leeds United belum puas dengan perburuan talenta Inggris musim panas ini. Setelah hampir mengamankan kiper Manchester City James Trafford dengan nilai transfer rekor klub, The Whites kini mengarahkan radar ke gelandang Liverpool Harvey Elliott.
Menurut laporan The Yorkshire Post, manajemen Leeds melihat Elliott sebagai opsi ideal untuk menambah kedalaman skuad, meskipun pemain berusia 23 tahun itu menjalani masa peminjaman yang mengecewakan di Aston Villa musim lalu. Tidak disebutkan apakah kesepakatan akan bersifat pinjaman atau permanen, tetapi sumber internal menyebut Elliott dianggap sebagai tambahan kualitas yang signifikan.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi di bawah kepemilikan 49ers Enterprises. Setelah musim lalu hanya mengandalkan pembelian murah, musim panas ini Leeds telah mengeluarkan dana besar: Harry Wilson gratis, Tarik Muharemovic £34 juta, dan Trafford yang dikabarkan mencapai £40 juta. Total belanja bisa menembus £74 juta jika Elliott bergabung.
Bagi Elliott, kepindahan ke Elland Road bisa menjadi kesempatan membangkitkan karier. Di Liverpool, ia kesulitan menembus tim utama yang penuh bintang. Namun, statistiknya pada musim 2023/24 menunjukkan kapasitasnya: 3 gol dan 6 assist di Premier League, dengan kontribusi gol setiap 148 menit—lebih baik dari rata-rata pemain Leeds musim lalu. Ia juga mencatatkan 88% akurasi umpan, 2,5 peluang tercipta per 90 menit, dan 1,5 umpan silang sukses per 90 menit dengan tingkat keberhasilan 36%.
Di sisi lain, rencana merekrut Trafford juga menunjukkan ambisi Leeds untuk menyelesaikan masalah di posisi kiper. Illan Meslier, Karl Darlow, dan Lucas Perri telah atau akan hengkang musim panas ini. Trafford, yang baru berusia 23 tahun, dianggap sebagai investasi jangka panjang. Musim lalu ia mencatatkan 3,5 penyelamatan per 90 menit di Premier League, lebih baik dari 87% kiper lainnya, serta unggul dalam distribusi bola.
Namun, kegagalan Elliott di Villa Park membuat sebagian penggemar Leeds ragu. Meski demikian, pengamat menilai Elliott memiliki pengalaman lebih di Premier League—65 pertandingan lebih banyak dibanding Trafford—dan pernah menunjukkan performa gemilang. Jika berhasil direkrut, ia bisa menjadi kreator serangan yang selama ini kurang di lini tengah Leeds.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan Leeds ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Liga 1 yang ingin bersaing di level Asia bisa belajar dari strategi rekrutmen ambisius Leeds: berani mengeluarkan dana besar untuk pemain muda potensial yang belum mencapai puncak karier. Elliott dan Trafford adalah contoh pemain yang mungkin dianggap gagal di klub besar, tetapi masih memiliki nilai jual tinggi jika ditempatkan di lingkungan yang tepat.
Ke depan, Leeds harus membuktikan bahwa investasi besar ini tidak sia-sia. Target utama Daniel Farke adalah membawa tim promosi ke Premier League, dan dengan tambahan pemain seperti Elliott, peluang itu semakin terbuka. Pertanyaannya, akankah Elliott mampu membayar kepercayaan yang diberikan, atau justru kembali terpuruk seperti di Villa?



