Debut Manis Iraola di Liverpool, Vinicius Jr Jadi Target Kejutan Bursa Transfer
Baca dalam 60 detik
- Liverpool mengawali era Andoni Iraola dengan kemenangan 4-2 atas Sunderland, namun kebutuhan penyerang baru semakin mendesak pasca kepergian Mohamed Salah.
- Vinicius Junior muncul sebagai target alternatif setelah Bradley Barcola, dengan statistik dribel dan kontribusi gol yang jauh lebih impresif musim lalu.
- Real Madrid bersedia melepas pemain Brasil itu dengan harga miring karena kontraknya tersisa setahun, memicu persaingan dengan Arsenal dan Manchester City.

Andoni Iraola resmi memulai era kepelatihannya di Liverpool dengan catatan positif, setelah pasukan The Reds menundukkan Sunderland 4-2 dalam laga persahabatan di Nashville. Namun di balik kemenangan itu, kebutuhan akan amunisi baru di lini depan menjadi pekerjaan rumah yang kian mendesak, apalagi setelah kepergian Mohamed Salah. Manajemen Liverpool dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah ambisius: membajak Vinicius Junior dari Real Madrid.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nissan, gol-gol dari Kieran Morrison, Dominik Szoboszlai, Federico Chiesa, dan Lewis Koumas memastikan kemenangan perdana Iraola. Usai laga, pelatih asal Spanyol itu mengingatkan anak asuhnya untuk terus bekerja keras. “Jangan berpuas diri, masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya. Namun, ia sadar bahwa skuad yang ada belum cukup kompetitif untuk bersaing di papan atas, terutama setelah ditinggal Salah yang hengkang pada jendela transfer lalu.
Liverpool sebelumnya dikaitkan dengan Bradley Barcola, penyerang PSG berusia 23 tahun yang disebut-sebut bernilai £100 juta. Performa Barcola memang impresif: 13 gol dan 8 assist di Ligue 1 musim lalu, plus tiga gol di Piala Dunia 2026. Namun, angka-angka itu masih kalah jika dibandingkan dengan Vinicius Junior. Bintang Real Madrid itu mencatatkan rata-rata 2,8 dribel sukses per 90 menit—hampir dua kali lipat Barcola—dan menempatkannya di jajaran tiga persen teratas penyerang di lima liga top Eropa. Tak hanya itu, Vinicius juga mengemas 21 kontribusi gol (gol dan assist) serta menciptakan 2,2 peluang per 90 menit, angka yang masuk dalam empat persen terbaik di Eropa.
Keunggulan statistik tersebut menjadikan Vinicius sebagai opsi yang lebih menggoda. Apalagi, kontrak pemain berusia 26 tahun itu di Real Madrid hanya tersisa satu musim. Hal ini membuat Los Blancos bersedia mendengarkan tawaran dengan harga yang lebih murah dari nilai pasar £136 juta. TEAMtalk melaporkan bahwa perwakilan Vinicius telah mengadakan pembicaraan dengan Liverpool, meskipun Arsenal dan Manchester City juga menunjukkan minat serius.
Konteks transfer ini menarik bagi penggemar sepak bola Indonesia yang selalu mengikuti pergerakan klub-klub besar Eropa. Liverpool dengan basis sufan fanatik di Tanah Air tentu menjadi sorotan. Apabila sukses mendatangkan Vinicius, bukan hanya kekuatan tim yang meningkat, tetapi juga nilai tontonan dan daya tarik komersial klub di Asia Tenggara. Sebaliknya, jika kalah bersaing dengan Arsenal atau City, Liverpool harus mencari opsi lain seperti Barcola yang juga tidak murah.
Iraola sendiri mengakui bahwa skuadnya masih perlu tambahan kualitas di lini depan. “Kami butuh pemain yang bisa membuat perbedaan,” katanya dalam konferensi pers. Dengan waktu bursa yang masih tersisa, keputusan cepat diperlukan. Pertanyaannya: beranikah manajemen Liverpool mengeluarkan dana besar untuk Vinicius, atau akan memilih opsi yang lebih realistis seperti Barcola?



