Penampilan Listrik Mathys Tel: Bukti Tottenham Tak Perlu Buru Savinho?
Baca dalam 60 detik
- Mathys Tel tampil impresif dalam laga uji coba melawan Auckland FC, mencatatkan enam percobaan dribel dan satu assist.
- Statistik Tel dalam pertandingan itu—termasuk enam progressive carry—mendekati profil Savinho, target utama Spurs di bursa transfer.
- Performa ini bisa mengubah prioritas Roberto De Zerbi di lini sayap, mengurangi urgensi mendatangkan pemain anyar.

Penampilan menawan Mathys Tel dalam laga uji coba Tottenham Hotspur melawan Auckland FC di Selandia Baru, awal pekan ini, memberi sinyal kepada Roberto De Zerbi bahwa ia mungkin telah memiliki solusi sayap dari dalam skuad tanpa harus menunggu kedatangan Savinho.
Musim panas Tottenham sejauh ini berlangsung gemilang. The Lilywhites telah menghabiskan dana besar untuk mendatangkan Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, Andy Robertson, Mateus Fernandes, dan Sandro Tonali—total £185 juta. Namun, perburuan pemain sayap masih terus berlanjut, dengan Savinho dari Manchester City dan Eli Junior Kroupi menjadi incaran utama. Negosiasi dengan City dikabarkan berjalan alot dan belum mencapai kata sepakat.
Dalam situasi itulah Tel, pemain Prancis berusia 21 tahun yang kerap menjadi kambing hitam, tampil menonjol saat turun dari bangku cadangan pada babak kedua menggantikan Mikey Moore. Dalam waktu hanya 30 menit, ia menunjukkan performa agresif yang menyulitkan pertahanan Auckland. Ia mencatatkan enam percobaan dribel—dengan tiga di antaranya berhasil—dua tembakan, dua umpan kunci, dan enam progressive carry. Salah satu aksinya berujung assist untuk gol Richarlison, setelah ia menusuk ke kotak penalti dan mengirimkan umpan tarik yang sempurna.
Performa itu mengingatkan pada gaya bermain Savinho, yang musim lalu masuk dalam 1% pemain sayap terbaik Eropa untuk progressive carry per 90 menit. Meski level lawan jauh dari kualitas Premier League, Tel menunjukkan bahwa ia memiliki naluri yang sama dalam membawa bola ke area berbahaya. “Ia benar-benar mimpi buruk bagi bek lawan,” demikian catatan pengamat yang meliput pertandingan tersebut.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan ini cukup menarik. Premier League memiliki basis penggemar yang sangat besar di tanah air, dan performa pemain muda seperti Tel sering menjadi topik diskusi hangat di forum dan media sosial. Jika Tel mampu mempertahankan konsistensi seperti ini, ia tidak hanya bisa menjadi andalan Tottenham tetapi juga inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bermimpi menembus level tertinggi. Selain itu, keberhasilan mengandalkan pemain akademi sendiri akan menjadi nilai tambah bagi citra klub di mata pendukung global, termasuk di Asia Tenggara.
Pertanyaan terbesar kini adalah apakah Tel mampu menjaga performa tersebut sepanjang musim. De Zerbi tentu akan memantau perkembangannya dalam laga pramusim berikutnya. Jika ya, rencana mendatangkan Savinho mungkin akan ditinjau ulang. Setelah sekian lama menunggu, Tottenham mungkin tidak perlu mengeluarkan dana besar lagi—asal Tel terus bersinar.



