Arsenal Siapkan Revolusi Lini Depan: Vinicius Junior dan Julian Alvarez Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan serius mengejar Vinicius Junior dari Real Madrid yang kontraknya tersisa setahun.
- Julian Alvarez, striker Atletico Madrid, juga masuk incaran dengan harga sekitar £130 juta untuk duet bersama Vini.
- Jika terealisasi, duet ini bisa mengubah Arsenal dari tim rajin menang 1-0 menjadi mesin gol Eropa.

Arsenal dikabarkan tengah menyusun strategi besar untuk memperkuat lini depan musim depan, dengan membidik dua bintang Amerika Selatan sekaligus: Vinicius Junior dari Real Madrid dan Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Langkah ini dinilai sebagai respons atas kebutuhan Arsenal akan sosok pembeda seperti Erling Haaland atau Mohamed Salah yang selama ini dirindukan suporter.
Menurut laporan yang beredar, The Gunners mulai menjajaki kemungkinan merekrut Vinicius Junior. Kontrak pemain Brasil berusia 26 tahun itu di Santiago Bernabeu hanya menyisakan satu musim lagi, dan Real Madrid disebut sudah menyiapkan penggantinya, Yan Diomande dari RB Leipzig. Hal ini membuka peluang bagi Arsenal untuk menjadi destinasi utama Vini Jr. andai ia hengkang dari Spanyol.
Ketergantungan Arsenal pada gol dari situasi bola mati musim lalu—19 gol dari corner, rekor Premier League—menjadi bukti mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Kemenangan 1-0 sebanyak 11 kali juga menunjukkan lini depan kurang tajam. Musim 2025/26, top skor mereka di liga hanya Viktor Gyokeres dengan 14 gol, jauh di bawah Haaland (27 gol) atau Salah (29 gol) pada musim kejayaan masing-masing.
Vinicius Junior hadir sebagai solusi potensial. Musim lalu ia mencetak 22 gol dan 10 assist di semua kompetisi, memperpanjang rekor lima musim beruntun dengan 20+ gol. Kemampuannya menembus pertahanan dan menciptakan peluang dari situasi sulit dianggap sepadan dengan statusnya sebagai kandidat Ballon d'Or. Namun, Arsenal tidak berhenti di situ. Mereka juga mengincar Julian Alvarez, yang justru lebih diinginkan Barcelona.
Julian Alvarez, peraih Piala Dunia 2022 bersama Argentina, adalah tipe striker serba bisa. Ia bisa menjadi ujung tombak atau bermain sebagai second striker yang pandai menghubungkan permainan. Musim lalu, ia berada di persentil ke-6 terbaik untuk big chances created dari open play di antara striker lima liga top Eropa. Kombinasi dengan Vinicius—yang lincah di sayap—diharapkan menciptakan lini depan mematikan bersama Bukayo Saka.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, rumor ini tentu menarik karena Arsenal memiliki basis suporter besar di Tanah Air. Jika dua pemain ini benar-benar bergabung, persaingan Liga Inggris musim depan akan semakin sengit. Arsenal yang sudah memiliki pertahanan terbaik Eropa dan gelandang Declan Rice, ditambah trisula Saka-Vinicius-Alvarez, berpotensi menjadi kandidat kuat gelar juara Premier League maupun Liga Champions.
Masih ada kendala: Alvarez menginginkan Barcelona, dan harga Vinicius belum jelas. Namun, jika eksekutif Arsenal, Andrea Berta, mampu meyakinkan keduanya, ini bisa menjadi perombakan terbesar sejak era Mikel Arteta. Pertanyaannya, mampukah Arsenal bersaing dengan klub raksasa lain dalam perburuan ini, atau akankah ambisi mereka kandas di tengah jalan?



