Lampaui Klopp dan Hitzfeld: Niko Kovač Catat Rekor 107 Poin di 50 Laga Bundesliga Bersama Dortmund
Baca dalam 60 detik
- Niko Kovač menorehkan 107 poin dari 50 laga Bundesliga pertamanya, rekor tertinggi dalam sejarah kepelatihan Borussia Dortmund.
- Catatan 2,14 poin per laga menempatkannya di atas nama-nama besar seperti Jürgen Klopp, Ottmar Hitzfeld, dan Thomas Tuchel.
- Direktur Dortmund, Lars Ricken, memuji pencapaian ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di klub.

Borussia Dortmund baru saja menyelesaikan laga ke-50 Niko Kovač sebagai pelatih kepala di Bundesliga, dan hasilnya mencengangkan: 107 poin berhasil dikumpulkan. Angka ini menjadi rekor baru klub, melampaui pencapaian para pendahulunya yang legendaris seperti Jürgen Klopp, Ottmar Hitzfeld, hingga Thomas Tuchel. Kemenangan dramatis 3-2 atas Hoffenheim di PreZero Arena, Sabtu (22/2/2025), tidak hanya mempertahankan tren positif Dortmund di awal musim, tetapi juga mengukuhkan nama Kovač dalam buku sejarah klub.
Laga melawan Hoffenheim berjalan tidak mudah. Dortmund sempat tertinggal dua gol lebih dulu, namun berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Keputusan Kovač memasukkan pemain pengganti seperti Ethan Nwaneri dan Fabio Silva terbukti jitu. Pelatih asal Kroasia itu menyebut kemenangan ini sebagai "kemenangan beruntung, tetapi penampilan yang luar biasa dalam hal semangat dan energi".
Dari 50 pertandingan liga yang ditangani, Dortmund memenangi 33 laga dan mengumpulkan 107 poin. Angka tersebut melampaui rekor Lucien Favre yang mengoleksi 106 poin dan Thomas Tuchel dengan 105 poin pada periode yang sama. Hebatnya, Jürgen Klopp yang kini menukangi timnas Jerman hanya mampu mengumpulkan 86 poin dalam 50 laga pertamanya bersama Dortmund. Direktur olahraga Dortmund, Lars Ricken, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. "Tidak ada pelatih lain yang sebelumnya berhasil mengumpulkan 107 poin dari 50 pertandingan bersama kami - bravo," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Kovač sendiri enggan larut dalam pujian. "Statistik ya statistik," katanya kepada Sky Germany. "Ketika saya tidak di sini lagi, orang lain akan melakukannya lebih baik. Saya menerima pujian itu, tapi tidak lebih dari itu." Sikap rendah hati ini justru menambah kewibawaannya di mata para pengamat. Dengan rata-rata 2,14 poin per laga, Kovač unggul atas Tuchel (2,09), Favre (2,08), Marco Rose (2,03), Edin Terzić (1,97), serta legenda seperti Klopp (1,91) dan Hitzfeld (1,85).
Persentase kemenangan Kovač di Bundesliga juga menjadi yang terbaik di antara pelatih Dortmund setelah 50 laga, yakni 66 persen. Ia hanya satu dari empat pelatih yang mampu menembus angka 60 persen, bersama Rose (64 persen), Favre (63 persen), dan Tuchel (61 persen). Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Kovač akan mengukir namanya lebih dalam lagi di sejarah Dortmund.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pencapaian Kovač ini menarik untuk disimak, terutama dalam konteks persaingan pelatih Eropa yang semakin ketat. Dortmund, yang kerap menjadi kiblat pengembangan pemain muda, kini menunjukkan bahwa mereka juga mampu bersaing di level atas dengan pelatih yang memiliki rekam jejak solid. Keberhasilan Kovač juga menjadi pelajaran bahwa kesabaran dan kepercayaan manajemen terhadap pelatih adalah kunci penting, sesuatu yang sering kali menjadi perdebatan di kompetisi domestik Indonesia.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Kovač mempertahankan konsistensi ini hingga akhir musim dan membawa Dortmund meraih gelar Bundesliga yang sudah lama dinantikan? Atau akankah catatan impresif ini hanya menjadi statistik belaka tanpa trofi? Musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pelatih asal Kroasia tersebut.



