Maldini dan Leonardo Buka Suara: Italia Incar Guardiola, Tapi Tak Mau Tergesa-gesa
Baca dalam 60 detik
- FIGC melalui Maldini dan Leonardo telah melakukan pembicaraan dengan Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti untuk menukangi tim nasional Italia.
- Proyek ambisius ini tidak hanya mencari pelatih, tetapi juga merombak total sistem pembinaan usia muda Italia yang dinilai tertinggal.
- Keputusan akhir pelatih baru kemungkinan baru akan diumumkan setelah FIGC mendapatkan figur yang benar-benar diinginkan, meski ada tekanan waktu.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengonfirmasi telah menjalin komunikasi dengan dua pelatih top dunia, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, untuk mengisi kursi panas pelatih tim nasional. Namun, direktur teknis anyar Paolo Maldini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil keputusan meski tekanan publik dan jadwal pertandingan semakin mendekat.
Dalam konferensi pers yang digelar setelah pertemuan dengan perwakilan 20 klub Serie A, Maldini dan penasihat khusus Leonardo mengungkapkan bahwa mereka sudah bertemu langsung dengan Guardiola di Barcelona selama akhir pekan. โKami tidak bisa menyangkal bahwa kami juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum menghubungi Pep. Kami merasa perlu memulai dari yang terbaik di dunia,โ ujar Maldini, seperti dikutip dari pernyataan resmi FIGC.
Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran sepak bola Italia pasca-kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022. FIGC tidak hanya mencari pelatih kepala, tetapi juga ingin menyelaraskan filosofi permainan dari level akar rumput hingga tim senior. Leonardo, yang pernah menjadi direktur olahraga AC Milan, menekankan bahwa Italia tertinggal dalam hal pengembangan pemain muda. โKami ingin menetapkan pedoman bagi akademi ke atas, tentang hal-hal apa yang harus difokuskan dan bagaimana meningkatkan kualitas pengajaran,โ jelasnya.
Keputusan untuk mendekati Guardiola dan Ancelotti bukan tanpa risiko. Keduanya masih memiliki komitmen dengan klub masing-masing, meski Guardiola dikabarkan memiliki opsi untuk keluar lebih awal. Leonardo mengakui bahwa proses ini membutuhkan kesabaran. โYang ideal adalah memiliki pelatih pada akhir pekan ini, tapi mungkin yang lebih ideal adalah menunggu orang yang benar-benar kami inginkan,โ kata Maldini. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa FIGC lebih mengutamakan kecocokan visi jangka panjang daripada sekadar mengisi kekosongan.
Bagi sepak bola Indonesia, langkah FIGC ini bisa menjadi pelajaran berharga. PSSI yang juga tengah merombak timnas dan pembinaan usia muda bisa mencontoh pendekatan Italia yang tidak hanya fokus pada pelatih senior, tetapi juga membangun kesinambungan dari akademi. โKami ingin pelatih yang memiliki pandangan sepak bola yang kurang lebih sama dengan kami,โ tegas Leonardo. โYang penting adalah menemukan kesatuan pemikiran antara pelatih dan direktur teknis.โ
Maldini, yang kembali ke sepak bola Italia setelah vakum, mengaku merasakan tekanan besar. โKetika Italia memanggil, sulit untuk menolak. Ini adalah panggilan perang,โ ujarnya. Ia dan Leonardo diharapkan mampu membawa angin segar di tengah skeptisisme yang melanda sepak bola Italia. โKami butuh energi positif di saat sulit, ketika orang-orang pesimis. Ini harus menjadi gerakan, atau kami tidak akan mencapai apa-apa jika tidak bekerja sama,โ tambah Leonardo.
Ke depan, FIGC harus segera menentukan pilihan karena timnas Italia dijadwalkan memainkan laga persahabatan dan kualifikasi Euro 2024 dalam beberapa bulan mendatang. Pertanyaan besarnya: apakah Guardiola bersedia meninggalkan Manchester City untuk proyek jangka panjang Italia, ataukah FIGC akan beralih ke kandidat lain seperti Roberto Mancini atau Andrea Pirlo? Keputusan ini tidak hanya akan menentukan nasib Gli Azzurri, tetapi juga arah reformasi sepak bola Italia secara keseluruhan.



